Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
DELEGASI FIFA mengatakan badan sepak bola dunia itu bisa mendapatkan tambahan pemasukan sebesar US$4,4 miliar (sekitar Rp63,3 triliun) apabila wacana berlangsungnya Piala Dunia setiap dua tahun sekali disepakati.
Hal itu disampaikan dalam konferensi tingkat tinggi global bersama para pemimpin federasi sepak bola anggota, yang digelar FIFA, Senin (20/12), untuk mendiskusikan proposal Piala Dunia setiap dua tahun sekali.
Data finansial itu bagian dari hasil studi kelaikan yang disajikan FIFA, Senin (20/12), tetapi ajang tersebut hanya berfungsi sebagai proses konsultasi tanpa ada jadwal pemungutan suara.
Baca juga: PSSI Dukung Piala Dunia Digelar Dua Tahun Sekali
Laporan optimistis itu jelas bertolak belakang dengan sejumlah analisa yang selama ini dijadikan argumen pihak-pihak yang bersikap kontra terhadap wacana tersebut.
Klub-klub Eropa, operator liga-liga top dan UEFA adalah salah satunya, bahkan presiden badan sepak bola Benua Biru itu, Aleksander Ceferin, sempat mengancam akan melakukan boikot apabila ada turnamen tambahan anyar.
Bulan lalu, sebuah laporan yang disusun Forum Liga Dunia menyatakan wacana FIFA tersebut, yang juga menyangkut perubahan format Piala Dunia Antarklub dapat membuat liga-liga domestik dan UEFA kehilangan pendapatan sekira 8 miliar euro (sekira Rp129,9 triliun) per musimnya dari hak siar, pemasukan laga, serta kesepakatan komersial lainnya.
Lantas UEFA, Jumat (17/12) lalu, menurunkan laporan yang mereka minta dari perusahaan konsultan Oliver & Ohlbaum, yang memperingatkan perubahan kalender laga internasional bakal berdampak terhadap penurunan pendapatan terhadap organisasi itu dalam rentang 2,5 hingga 3 miliar euro (sekira Rp40-48 triliun) dalam jangka waktu empat tahun.
Sementara itu, dalam pertemuan FIFA, delegasi mereka menyajikan laporan dari perusahaan Italia, Open Economocis, yang menyatakan pendapatan liga-liga domestik maupun UEFA tidak akan dirugikan karena jadwal pertandingan timnas maupun kompetisi klub internasional.
Laporan itu juga menyatakan, dalam beberapa tahun terakhir, pendapatan liga domestik terus meningkat ketika turnamen internasional besar dilangsungkan.
Profesor Pasquale Lucio Scandizzo, dari Open Economics, menyampaikan kepada peserta konferensi FIFA bahwa wacana Piala Dunia dua tahunan menjanjikan manfaat makroekonomi bersih yang signifikan dan positif, serta didistribusikan seiring berjalannya waktu.
Pejabat FIFA menyatakan pemasukan tambahan itu akan masuk ke dalam Dana Solidaritas Anggota dengan tiap federasi anggota akan mendapatkan US$16 juta (sekitar Rp230 triliun) dalam rentang empat tahun, kemudian ada juga dana lain untuk program pengembangan FIFA Forward Program.
Menurut FIFA, dana-dana itu akan mengurangi jurang pendapatan antara pasar-pasar sepak bola berkembang dan yang kurang berkembang.
Apabila pemungutan suara mengenai wacana Piala Dunia dua tahunan berlangsung, jelasnya akan melibatkan 211 federasi anggota FIFA.
Selain UEFA, konfederasi sepak bola Amerika Latin CONMEBOL juga sudah menyatakan penolakan atas wacana itu.
Sementara itu, presiden konfederasi sepak bola Amerika Tengah dan Utara (CONCACAF) Victor Montagliani menyebut ada solusi kompromi turnamen tambahan berupa pengembangan dari format lama Piala Konfederasi ketimbang Piala Dunia penuh yang butuh ajang kualifikasi tersendiri. (Ant/OL-1)
Keputusan timnas Iran untuk mundur dari Piala Dunia 2026 merupakan respons langsung terhadap serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran pada pekan lalu.
Sebagai pemegang hak siar Piala Dunia 2026, TVRI berkomitmen memastikan akses tontonan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Perusahaan teknologi raksasa, Lenovo, resmi memperkenalkan Football AI Pro, sebuah asisten asisten pintar yang dirancang khusus untuk mendukung 48 tim peserta Piala Dunia 2026.
Langkah FIFA menggandeng Lenovo ini diambil guna mengatasi tantangan logistik dan operasional yang diprediksi menjadi yang tersulit dalam sejarah turnamen sepak bola jagat raya tersebut.
Sesuai jadwal, timnas Irak seharusnya menghadapi pemenang laga antara timnas Suriname atau timnas Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved