Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIGI Olahraga Asia (Digi Olahraga) menggugat Sriwijaya FC sebesar Rp8,56 miliar terkait tindakan wanprestasi. Gugatan itu terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara 889/PDT.G/2021/PNJKT.SEL.
Direktur Utama Digi Olahraga Anggoro Prajesta menjelaskan Sriwijaya FC telah melakukan tindakan wanprestasi, sehingga membuat pihaknya menuntut ganti rugi. "Kita menggugat dengan nilai kurang lebih Rp8,5 miliar. Tidak ada itikad baik dari mereka untuk menyelesaikan utang," ujar Anggoro ketika dihubungi, Kamis (14/10).
Anggoro menyebut total kerugian materiil yang dialami pihaknya, yaitu berdasarkan perjanjian pengelolaan aset Rp1,5 miliar, perjanjian konversi obligasi sebesar Rp2,9 miliar, potensi pendapatan pengelolaan aset Rp3 miliar dan potensi bunga konversi obligasi Rp1,16 miliar.
Baca juga: Kedatangan Juru Taktik Baru, Borneo FC Menaruh Harapan Besar
Tindakan wanprestasi yang dilakukan Sriwijaya FC, lanjut dia, berawal pada 2018. Ketika Digi Olahraga resmi mengelola aset digital klub Sriwijaya FC, sebagai sinergi untuk transformasi digital Laskar Wong Kito tersebut. Aset yang dikelola Digi Olahraga, meliputi Instagram, Facebook, www.kitosriwijayafc.com, serta Kito Sriwijaya.
Kedua belah pihak kembali menyepakati, dan menandatangani perjanjian lain, yakni perjanjian pemesanan obligasi konversi pada 4 Desember 2018. Nominal utang yang dapat lewat konversi memiliki nilai Rp1,4 miliar. Hal tersebut menjadikan Digi Olahraga menjadi pemegang saham mayoritas Sriwijaya FC.
Akan tetapi, pengelolaan tidak berjalan lancar. Pada 20 Maret 2019, Digi Olahraga mengirim surat kepada Sriwijaya FC untuk mendiskusikan kesepakatan kerja sama di antara kedua belah pihak.
Baca juga: Semen Padang Siap Raih Poin Penuh Dari Sriwijaya FC
Namun, Sriwijaya FC justru mulai ingkar janji. Itu ditunjukkan dengan sikap Sriwijaya FC yang menyatakan akan mengembalikan seluruh investasi Digi Olahraga. Sekalipun jangka waktu perjanjian pengelolaan aset belum berakhir.
Terkait pengembalian investasi tersebut, pada 24 September 2019, Sriwijaya FC sanggup untuk mengembalikan seluruh investasi Digi Olahraga dengan cara mencicil selama lima tahun. Namun, Digi Olahraga meminta agar penyelesaian pengembalian investasi dilakukan paling lama dua tahun.
Anggoro menyebut hingga saat ini, tidak ada inisiatif atau itikad baik dari Sriwijaya FC untuk menyelesaikan kewajiban terhadap Digi Olahraga. Pihaknya telah melayangkan tiga kali somasi, namun tetap tidak ada niat dari Sriwijaya FC untuk menyelesaikan masalah tersebut.(OL-11)

Kasus guru honorer SDN Brabe 1, Mohammad Hisabul Huda, dihentikan melalui restorative justice setelah mengembalikan Rp118 juta.
Kementerian PPPA memastikan koordinasi dengan dinas setempat dan kepolisian terkait kasus anak meninggal dunia diduga akibat kekerasan oknum Brimob di Kota Tual, Maluku.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Diketahui, dalam proses penyelidikan penyidik telah memeriksa pelapor dan saksi dari pelapor. Kemudian, memeriksa ahli. Total ada enam laporan masuk terhadap Pandji di Polda Metro Jaya.
Dari lima laporan yang masuk salah satu di antaranya dilayangkan oleh Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU), sekaligus Aliansi Pemuda Muhammadiyahh, Rizki Abdul Rahman Wahid.
Total, sudah ada tiga Kajari dijemput untuk diperiksa Kejagung.
Kehadiran generasi muda dengan literasi teknologi tinggi dipandang sebagai faktor penentu daya saing industri nasional.
SIP melangkah dengan visi baru untuk menjadi orkestrator infrastruktur digital terpercaya di Indonesia, yang mensinergikan teknologi global dan talenta terbaik.
RENCANA Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 membuka momentum bagi keuangan syariah untuk naik kelas
APUDSI adakan Rakernas & HUT ke-1 di Jakarta, fokus konsolidasi ekonomi desa, digitalisasi produk, dan penguatan ketahanan nasional.
Sektor layanan kesehatan di kawasan Asia Pasifik, khususnya Asia Tenggara, tengah mengalami perubahan struktural yang signifikan.
Kemendikdasmen bergerak cepat dan terukur setelah capaian tahun 2024, khususnya melalui penguatan pada domain manajemen SPBE.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved