Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
JUVENTUS tetap merupakan favorit juara Serie A meski musim lalu hanya finis di urutan keempat. Hal itu diungkapkan mantan pelatih klub asal Turin itu Marcello Lippi, Kamis (12/8).
Musim lalu, Juventus finis 13 poin di belakang juara Serie A, Inter Milan, setelah sembilan tahun mendominasi liga Italia tersebut.
"Juventus selalu menjadi favorit, tahun ini terlebih lagi,” kata Lippi kepada Gazzetta dello Sport.
Baca juga: Lukaku Ikat Kontrak Lima Tahun Dengan Chelsea
"Mereka tidak juara musim lalu, jadi mereka lapar dan bertekad mendapatkan kembali miliknya. Tapi, Inter sedang berada di levelnya. Setelah menjual Romelu Lukaku, mereka akan mengontrak Edin Dzeko dan saya tidak beranggapan mereka akan menjual pemain lagi," lanjutnya.
Performa buruk Juventus musim lalu mengakibatkan pelatih Andrea Pirlo dipecat dan Massimiliano Allegri ditunjuk kembali sebagai pelatih klub tersebut.
Allegri meninggalkan Juventus pada 2019 setelah memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut dan sejak itu menganggur. Tetapi, Lippi yakin Juventus telah membuat pilihan tepat dengan memanggil lagi Allegri.
“Pada level ini, istirahat setelah era panjang bisa menjadi hal baik. Anda santai, Anda mempelajari taktik baru dan pelatih baru, Anda berkembang. Tim ini kuat dan dia tahu sekali soal itu," kata Lippi yang memimpin Italia menjuarai Piala Dunia 2006.
"Ada banyak kesamaan di antara kami. Dia juga dari Tuscany. Dia tiba di Juventus di usia 47 tahun dan langsung memenangkan Scudetto, seperti yang saya lakukan pada usia 46 tahun."
“Max adalah salah satu pelatih modern yang paling terampil, lihai dan licik, dalam arti yang baik. Dia salah satu yang paling mampu mengelola situasi tertentu. Dia orang yang tepat untuk pekerjaan itu,” pungkasnya. (Ant/OL-1)
Pelatih Galatasaray Okan Buruk menyebut kemenangan telak atas Juventus pada leg pertama playoff 16 besar Liga Champions sebagai momen bersejarah bagi timnya.
Kemenangan 5-2 Galatasaray atas Juventus memecahkan berbagai rekor bersejarah. Mulai dari rekor Noa Lang hingga dominasi absolut atas wakil Italia di Istanbul.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, bongkar rahasia kemenangan telak atas Juventus di Liga Champions. Simak instruksi ruang ganti yang ubah ketertinggalan jadi pesta gol.
Bek Juventus Pierre Kalulu bicara blak-blakan usai kekalahan memilukan dari Galatasaray. Ia menuntut tim bangkit dan menanggapi permintaan maaf bintang Inter, Bastoni.
Galatasaray tampil perkasa saat melibas Juventus. Noa Lang cetak brace, sementara Sacha Boey dan Baris Alper Yilmaz puji taktik jitu pelatih Okan Buruk.
Teun Koopmeiners mencetak brace perdana di Liga Champions, namun Juventus justru dibantai 5-2 oleh Galatasaray.
Kemenangan kali ini juga memperpanjang rekor tidak terkalahkan Roberto Mancini menjadi 25 laga beruntun menyamai rekor Marcello Lippi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved