Kamis 24 Juni 2021, 23:00 WIB

EURO 2020: UEFA Didesak lebih Tegas Tindak Rasialisme

Ant | Sepak Bola
EURO 2020: UEFA Didesak lebih Tegas Tindak Rasialisme

AFP
Georginio Wijnaldum

 

GELANDANG timnas Belanda Georginio Wijnaldum meminta UEFA untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap rasialisme. Ia mengatakan para pemain yang mengalami pelecehan tidak harus membuat keputusan apakah akan meninggalkan lapangan sebagai aksi protes atau tidak.

Wijnaldum mengaku telah berpikir panjang dan keras untuk meninggalkan lapangan bila menjadi sasaran rasialisme ketika Belanda bermain di Puskas Arena, Budapest melawan Republik Ceko di babak 16 besar Piala Eropa (Euro) 2020 pada Minggu (27/6).

Meski begitu, mantan pemain Liverpool tersebut mengaku masih ragu untuk melakukannya bila hal itu terjadi.

“Saya sudah memikirkannya dengan sangat hati-hati. Saya sebelumnya mengindikasikan bahwa saya akan pergi,” kata Wijnaldum dalam sebuah konferensi pers, Kamis (24/6)

“Namun hal tersebut lebih mudah untuk dikatakan saat itu, karena saya tidak pernah benar-benar mengalaminya."

“Setelah itu saya mulai berpikir keras tentang itu. 'Gini, kamu akan bermain di Hungaria di turnamen, apa yang akan Anda lakukan bila itu terjadi? Bagaimana bila Anda bermain melawan tim yang lebih lemah dan para penggemar itu sadar dan mereka memusuhi Anda untuk membuat Anda keluar dari lapangan sehingga Anda kalah dalam pertandingan?" lanjutnya.

Wijnaldum mengatakan tanggung jawab untuk mengambil tindakan berada di tangan para ofisial pertandingan dan badan sepak bola Eropa UEFA.

“Saya pikir saya akan pergi ke wasit, tetapi sejujurnya saya tidak yakin apa reaksi saya akan menjadi emosi saat itu juga," ujar Wijnaldum. 

“Saya belum pernah mengalaminya sendiri, dan saya harap tidak akan pernah. Namun bila itu terjadi, UEFA harus bertindak. Mereka perlu menyadarinya, bila tidak, maka mereka memberikan tanggung jawab besar kepada para pemain. 

“UEFA harus melindungi para pemain. Seharusnya itu bukan tanggung jawab para pemain.

“Beberapa pemain memutuskan meninggalkan lapangan dalam aksi-aksi sebelumnya, tetapi bila Anda bertanya kepada mereka apakah mereka merasa didukung, saya pikir mereka akan mengatakan tidak," pungkasnya. 

UEFA saat ini sedang menyelidiki dugaan aksi rasialisme di Puskas Arena, di mana penyerang timnas Prancis Kylian Mbappe dikatakan telah menjadi sasaran aksi tersebut dalam hasil imbang 1-1 Grup F lawan Hungaria pada Minggu (20/6).  (OL-8)

Baca Juga

Dok Kementerian BUMN

Erick Thohir dan Nindya Bakrie Segera Beli Saham Mayoritas Oxford United

👤Ant 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:44 WIB
Anindya Bakrie dan Erick Thohir akan memegang masing-masing 25,5% saham dari total 51% dan kesepakatan pembelian saat ini sedang...
AFP

Cegah Kebangkrutan Klub, FIGC Desak Pemerintah Izikan Stadion Penuh Penonton

👤Ant 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:39 WIB
Saat ini, pemerintah Italia hanya mengizinkan stadion-stadion olahraga diisi penonton dengan kehadiran maksimum 50%...
AFP

Locatelli Condong ke Juventus ketimbang Arsenal

👤Ant 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:29 WIB
"Dia ingin pergi ke Juve. Namun, bila klub lain melakukan pendekatan, dia harus mengevaluasi kemungkinan,"...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya