Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
VIROLOGIS dan anggota komisi kesehatan federasi sepak bola Italia (FIGC) Profesor Vincenzo Salini menyarankan aturan masa karantina bagi klub Serie A selama 14 hari bisa dikaji ulang. Hal ini berdasarkan angka kasus covid-19 di Italia yang mulai landai.
Sebelumnya, FIGC memutuskan untuk mengarantina seluruh skuad selama 14 hari jika ada satu pemain atau staf klub dinyatakan positif covid-19. Hal ini berbeda dengan kebijakan Bundesliga yang hanya mengarantina pemain yang terkena covid-19 selama 7 hari.
Keputusan FIGC ini dinilai bisa mengancam keberlangsungan kompetisi yang akan dilanjutkan pada 20 Juni.
"Jika lebih dari satu tim harus berhenti, maka ada kemungkinan (kompetisi dihentikan). Namun jika hanya satu, mungkin kompetisi dapat tetap berjalan," kata Salini kepada Rai Sport dilansir Football Italia, Rabu (3/6).
"Setelah menemui serangkaian kesulitan, kondisi saat ini semakin kondusif. Secara klinis dan epidemologis, penyebaran virus semakin melemah," imbuhnya.
Baca juga: Presiden FIGC Berharap Liga Italia dapat Dihadiri Penonton
Hal tersebut dibuktikan setelah beberapa virologis di Italia yang mengklaim dinamika sebaran kasus positif covid-19 jauh berkurang dibandingkan bulan lalu.
Meski masih mencatatkan 39.893 kasus aktif, kasus baru per harinya cenderung menurun. Pada akhir bulan lalu, Italia mencatatkan kasus baru terendah dalam satu hari setelah melalui puncak penyebaran, yakni dengan 200 kasus baru. Pada puncaknya, 21 Maret, ada 6.557 kasus baru dalam satu hari.
"Kami tidak tahu mengapa ini terjadi. Mungkin suhu panas yang menyebabkannya atau bahkan virus ini bermutasi. Faktanya, kami sudah tidak memiliki pasien yang dirawat intensif di RS San Raffaele, Milan," ungkap Salini.
Ia mengatakan ini bisa menjadi secercah harapan untuk melonggarkan masa karantina dan kompetisi dapat rampung sesuai jadwal.
"Kami masih melihat perkembangannya, tapi dengan penularan yang berkurang, mungkin kami bisa mengubah protokol medis di kemudian hari. Saya masih yakin musim ini dapat berjalan," pungkas Salini. (footballitalia/OL-5)
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
Sebagai pemilik empat gelar juara dunia, Italia kini berada dalam situasi sulit tanpa arah masa depan yang jelas.
ITALIA dipastikan absen di Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah dari Bosnia Herzegovina melalui adu penalti 1-4.
Italia membuka opsi menarik pasukan dari UNIFIL di Libanon di tengah eskalasi konflik. Negara Eropa lain juga mulai mengevakuasi tentaranya dari kawasan.
Italia menjaga asa untuk lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Irlandia Utara 2-0 pada laga playoff di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Jumat (27/3).
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved