Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KLUB Bhayangkara FC masih berharap Indra Sjafri bersedia menjadi direktur teknik timnya untuk mengarungi musim liga 1 2020.
Hal itu disampaikan COO Bhayangkara FC, Sumardji dalam acara peluncuran jersey dan tim Bhayangkara FC yang digelar di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Senin (24/2).
Sumardji mengaku pihaknya telah berkirim surat dengan pihak Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan tengah menunggu jawaban soal perekrutan Indra.
Bhayangkara FC memang harus melalui terjal jika tetap bersikukuh untuk menggunakan jasa Indra. Pasalnya, Indra telah ditugaskan PSSI untuk menjadi Direktur Teknik PSSI oleh Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan.
Baca juga : Bhayangkara FC Terus Kebut Proses Naturalisasi Lee Yoo-joon
Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu tak memperbolehkan Indra untuk bekerja dua kaki. Maka, Sumardji mengisyaratkan jika keinginannya berbenturan dengan aturan akan mencari pilihan yang lain. “Kandidat lain sudah ada kok,” tuturnya.
Di sisi lain, Indra menegaskan belum menerima tawaran resmi dari Bhayangkara FC soal tawaran jadi Direktur Teknik. “Belum ada permintaan resmi, dan saya juga terikat kontrak dengan PSSI,” ujarnya. (Ykb/OL-09)
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
Berada satu grup dengan Vietnam selalu menghadirkan tensi tinggi. Sebagai juara bertahan edisi 2024, Vietnam tetap menjadi batu sandungan utama. Namun, bagi Indonesia.
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Nama Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta menuju final Super League 2025/2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved