Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
NAPOLI sukses memenangkan laga perempat final Coppa Italia yang dramatis untuk menyingkirkan juara bertahan Lazio dengan skor tipis 1-0, Rabu (22/1) dini hari WIB.
Bermain di San Paolo, Naples, gol semata wayang di laga ini dicetak Lorenzo Insigne saat pertandingan baru bergulir dua menit.
Napoli selanjutnya akan bertemu Fiorentina atau Inter Milan pada semifinal yang memainkan dua leg.
Pertandingan berjalan cukup sengit. Pasalnya, wasit harus mengeluarkan dua kartu merah, adanya penalti yang gagal, tendangan ke tiang gawang sebanyak empat kali, dan dua gol yang dianulir.
Baca juga: Insigne Antar Napoli Melaju ke Semifinal Coppa Italia
Sang pelatih Napoli Gennaro Gattuso melihat Napoli yang sangat berbeda dalam kemenangan Coppa Italia atas Lazio.
"Kita harus memiliki racun itu di setiap pertandingan,” tuturnya usai mengantarkan Napoli lolos ke semifinal Coppa Italia.
Lorenzo Insigne mencetak gol dalam 90 detik dan 25 menit pembukaan kacau, dengan penalti Ciro Immobile yang gagal dan kartu merah untuk Elseid Hysaj dan Lucas Leiva.
"Lazio adalah tim yang sangat bagus dan secara fisik mereka dapat menghancurkan ketika menjepit Anda kembali ke sepertiga akhir," ucap Gattuso kepada Rai Sport.
“Kami membuat beberapa kesalahan menjelang akhir, tetapi menunjukkan rasa lapar kami. Sekarang kita harus mempertahankannya, selalu tak pernah puas. Ini bukan kemenangan penting pertama kami musim ini, tetapi kami cenderung berpuas diri setelah hasil yang besar. Kami perlu memiliki racun itu di setiap pertandingan,” tambahnya.
Napoli berada dalam krisis setelah Gattuso kehilangan empat dari lima pertandingan Serie A pertamanya, tetapi ini bisa menjadi titik balik dalam kampanye Napoli.
“Saya tahu ini akan menjadi sulit ketika saya menerimanya, karena Naples adalah tempat yang rumit untuk bekerja. Saya terpana dengan penampilan kami melawan Fiorentina tiga hari lalu, karena kami memalukan. Saya tidak mengharapkannya,” ujarnya.
Gattuso ingin semua pemain, dan ofisial turut membuka mata dan saling terbuka satu sama lain demi kepentingan klub..
“Ketika Anda telah bersama selama tujuh atau delapan tahun dengan hasil yang baik, Anda menjadi teman dan membiarkan beberapa hal tergelincir. Kita harus selamanya berada di kaki kita dan tidak menerima apa pun begitu saja,” ucap eks gelandang AC Milan itu. (footballitalia/OL-1)
Bologna vs Lazio di perempat final Coppa Italia berakhir 1-1, Lazio menang adu penalti 4-1 dan melaju ke semifinal menghadapi Atalanta.
Ivan Provedel layak dinobatkan sebagai Man of the Match berkat rentetan penyelamatan krusialnya sepanjang laga dan aksinya menepis penalti pertama lawan yang meruntuhkan moral tuan rumah.
Preview lengkap Bologna vs Lazio di perempat final Coppa Italia 2026. Analisis kekuatan, prediksi pemain, dan rekor pertemuan di Renato Dall'Ara.
Luciano Spalletti puji mentalitas Juventus saat bangkit dari ketertinggalan melawan Lazio.
Pelatih Lazio Maurizio Sarri angkat bicara soal drama hasil imbang melawan Juventus, tentang kegagalan mengunci kemenangan hingga konflik fans.
Juventus bangkit dari ketertinggalan dua gol saat menjamu Lazio. Simak kronologi gol Pedro, Isaksen, hingga sundulan penyelamat Pierre Kalulu di menit ke-96.
Untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Como berhasil menembus semifinal Coppa Italia.
Preview Napoli vs Como perempat final Coppa Italia 2026. Prediksi skor, susunan pemain, dan analisis taktik Conte vs Fabregas.
Napoli kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Fiorentina 2-1 di Serie A. Antonio Vergara cetak gol perdana, namun Napoli harus kehilangan Di Lorenzo.
Preview big match Serie A 2025/26 antara Napoli vs Fiorentina di Stadion Diego Armando Maradona. Analisis taktik Antonio Conte vs Palladino dan prediksi skor.
Dua gol dari Joao Pedro di babak kedua memastikan kemenangan Chelsea, sekaligus mengakhiri perjalanan Napoli di kompetisi Eropa musim ini.
Menurut Rosenior, tingginya level persaingan membuat tidak ada laga yang bisa dianggap mudah, baik di Liga Champions, Serie A, maupun Premier League.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved