Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Lazio Ditahan Imbang Atalanta, Maurizio Sarri Curhat Soal Atmosfer "Horor" di Olimpico

Thalatie K Yani
05/3/2026 06:34
Lazio Ditahan Imbang Atalanta, Maurizio Sarri Curhat Soal Atmosfer
Pelatih Lazio Maurizio Sarri menyayangkan absennya ribuan pendukung saat timnya ditahan imbang Atalanta 2-2 di semifinal Coppa Italia.(Lazio)

PELATIH Lazio, Maurizio Sarri, merasa timnya bisa meraih hasil lebih maksimal jika didukung langsung oleh puluhan ribu penggemar di dalam stadion. Dalam laga leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Atalanta, Biancocelesti harus puas dengan skor imbang 2-2 meski sempat dua kali memimpin.

Lazio unggul melalui penyelesaian cerdik Fisayo Dele-Bashiru dan sontekan Boulaye Dia. Namun, keunggulan tersebut sirna dalam sekejap setelah Mario Pasalic dan Yunus Musah berhasil menyamakan kedudukan bagi tim tamu.

Penyesalan di Tengah Atmosfer Protes

Pertandingan di Stadio Olimpico berlangsung dalam suasana yang surealis. Hanya sekitar 5.000 tiket yang terjual, sementara ribuan ultras Lazio memilih bertahan di luar arena untuk memprotes Presiden klub, Claudio Lotito. Suara nyanyian dan kembang api dari luar stadion terdengar jelas hingga ke dalam lapangan.

"Kami puas dengan performanya, karena kami bermain di level tinggi melawan tim kuat di tengah periode yang sulit," ujar Sarri kepada Sport Mediaset.

"Di sisi lain, kami menyesali hasilnya. Sayangnya, dan saya tegaskan, sayangnya, tim mulai terbiasa dengan situasi di dalam stadion ini. Mengerikan untuk mengatakannya, karena ini adalah situasi yang benar-benar menyedihkan. Sekali lagi malam ini kami merasa jika ada 45.000 orang di tribun, kami mungkin bisa membawa pulang kemenangan."

Masalah Konsistensi dan Cedera Pemain

Sarri juga menyoroti posisi Lazio di klasemen Serie A yang kurang memuaskan musim ini. Menurutnya, absennya banyak pemain kunci akibat cedera menjadi faktor penghambat utama bagi daya saing timnya.

"Posisi di klasemen adalah dampak dari tahun di mana kami menderita karena absennya banyak pemain. Masalahnya adalah bagaimana tampil kompetitif secara konsisten. Sulit ketika Anda terus-menerus kehilangan enam atau tujuh pemain," catat Sarri.

Ia juga memberikan analisis teknis mengenai lini tengah dan depannya. Sarri memuji kecepatan Dele-Bashiru yang mampu berlari hingga 35 km/jam saat melakukan penetrasi, namun ia mengakui skuadnya perlu diseimbangkan kembali.

"Untuk menjadi lebih konsisten, kami butuh deretan penyerang yang bisa menjamin lebih banyak gol. Sayangnya, kami kekurangan itu karena berbagai alasan musim ini. Artinya, satu kesalahan saja cukup untuk menghapus keunggulan kami," tambahnya.

Menatap Leg Kedua di Bergamo

Meski gagal menang di kandang, Sarri tetap optimistis menatap laga penentuan di markas Atalanta pada 21 atau 22 April mendatang. Pemenang dari laga ini akan melaju ke final untuk menghadapi Inter Milan atau Como.

"Kami akan pergi dan berjuang untuk kualifikasi di sana. Jika kami bermain seperti malam ini, maka kami bisa melakukannya," pungkasnya. (Football-Italia/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya