Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI tak terpuji dipertontonkan oknun suporter Indonesia kepada suporter Malaysia yang sengaja datang ke Stadion Gelora Bung Karno (GBK) demi mendukung negaranya.
Pendukung Malaysia mendapatkan lemparan botol dari atas tribun. Tak hanya botol, pendukung Indonesia juga melempar bom asap ke pendukung Malaysia.
Salah satu pendukung Malaysia yang datang ke GBK, Syahmi Rosma, mengaku perlakuan suporter Indonesia sudah keterlaluan.
Baca juga : Tak Terima Kalah, Suporter Timnas Lempari Batu di SUGBK
"Itu keterlaluan karena kita datang ke sini (GBK) mau enjoy, kami mau tengok sepak bola kami," tutur Syahmi kepada Media Indonesia pascapertandingan, Kamis (5/9)
"Jadi kalau ada kejadian seperti itu ya kurang mengenakan bagi kami. Kurang nyaman," tambahnya.
Syahmi sengaja datang bersama kawan-kawannya guna mendukung tim Harimau Malaya yang bertandang ke Jakarta.
"Cukup mengagumkan permainan Indonesia. Untungnya kami bisa mencuri tiga poin di GBK," ujar Syahmi.
Suporter Malaysia lainnya, Kamal Salam mengaku kecewa atas sikap oknum suporter Indonesia di SUGBK.
Ia mengatakan sedari awal ingin menyaksikan pertandingan Indonesia versus Malaysia dengan tenang dan damai, serta tidak ingin ada pertikaian.
"Kenapa jauh-jauh kita mau bertengkar. Kami juga tidak memprovokasi. Saya kecewa. Mereka ke Bukit Jalil tidak akan mendapatkan pengalaman seperti ini. Kami sambut dengan baik," kata Kamal, ketika ditemui usai pertandingan.
Setelah laga usai, Kamal tidak bisa langsung kembali ke penginapannya. Ia tertahan beberapa jam di dalam stadion dan mendapatkan pengamanan dari kepolisian dan TNI.
Ia berharap situasi kembali mereda dan ia dapat pulang dengan selamat.
"Pertandingan tidak ada yang dibayar dengan nyawa. Kalau begini terus hubungan kita tidak akan baik," kata Kamal.
Pada pertengahan babak kedua, pertandingan sempat terhenti dengan adanya kericuhan di tribun penonton. Suporter Indonesia yang berdekatan dengan tribun suporter Malaysia terus mengintimidasi dengan umpatan dan lemparan botol.
Ketika peluit akhir ditiup wasit, suporter Malaysia yang berjumlah sekitar 500 orang itu langsung dievakuasi untuk menghindari kericuhan suporter tuan rumah.(OL-7)
Situasi keamanan di Meksiko menjelang Piala Dunia 2026 menjadi sorotan global setelah operasi militer pekan lalu yang menewaskan gembong narkoba, Nemesio Oseguera Cervantes.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa negaranya siap menjamin keamanan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
Bagi Jose Mourinho, melatih timnas adalah kepingan puzzle yang belum lengkap dalam karier kepelatihannya yang bergelimang gelar.
Pembenahan ini menjadi prasyarat mutlak agar Indonesia memiliki peluang realistis menembus panggung Piala Dunia, setidaknya pada edisi 2034.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
Tengku Mohd Dzaraif mengatakan sebagian besar jamaah haji yang terlantar dijadwalkan pulang menggunakan penerbangan Malaysia Airlines.
Tim nasional futsal putri Indonesia bermain imbang 4-4 melawan Malaysia di Grup A Kejuaraan Futsal Putri ASEAN 2026 di Thailand. Hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal semakin berat.
Umat Islam di Malaysia akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis (19/2).
Simak kronologi SEAblings vs Knetz yang memicu seruan boikot drakor. Ketahui alasan di balik solidaritas netizen Asia Tenggara melawan rasisme digital.
KOLABORASI lintas negara dalam hal peningkatan layanan kesehatan dinilai sebagai hal yang penting untuk mendukung ekosistem kesehatan global.
Ernest Zacharevic menggugat AirAsia dan Capital A ke Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Maskapai tersebut diduga menggunakan karya muralnya tanpa izin untuk branding pesawat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved