Selasa 28 Mei 2019, 21:43 WIB

Joko Driyono Membantah Menyuruh Menghancurkan Barang Bukti

M. Iqbal Al Machmudi | Sepak Bola
Joko Driyono Membantah Menyuruh Menghancurkan Barang Bukti

Antara/Mihammad Iqbal
Joko Driyono saat mendengarkan saksi di persidangannya, Jakarta, Selasa (28/5)

 

MANTAN PLT Ketua Umum PSSI Joko Driyono membantah meminta anak buahnya untuk menghancurkan barang bukti yang berada di Rasuna Office Park (ROP).

Hal tersebut dikatakan oleh Joko Driyono saat sidang pada hari selasa (28/5). Ia membantah pernyataan dari saksi yang mengatakan terdakwa melakukan perusakan barang bukti dengan cara memotong barang bukti berupa dokumen dengan menggunakan mesin perusak kertas.

Saat diberi kesempatan tanggapan oleh ketua hakim, terdakwa menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta untuk menghancurkan barang bukti.

"Pertama beberapa fakta yang disampaikan kami mengerti, tapi kami tidak menyetujui asumsi. Termasuk fakta tentang perintah saya untuk menghancurkan barang bukti. Termasuk penggantian CCTV," kata Joko Driyono dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Baca juga : Jokdri Suruh Karyawannya Hancurkan Barang Bukti Gunakan Mesin

Sebelumnya, salah seorang saksi dari penyidik Satgas Anti Mafia Bola, Ipda Gusti Ngurah Krisna menyebut anak buah terdakwa, Mulyadi dan Salim diminta untuk merusak barang bukti. Jokdri disebut meminta anak buahnya mengamankan barang bukti.

"Perintahnya itu kalau engga salah dengar, 'amankan semua barang-barang, dalam laci berupa buku kertas. Kamu masukan semua dalam koper dalam tas untuk dibawa," kata Gusti dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (28/5).

Anak buah Joko Driyono, Salim yang juga dihadirkan sebagai saksi mengatakan dirinya disuruh oleh Subekti yang merupakan staff keuangan Persija Jakarta.

"Yang minta hancurkan, Subekti. Saya gak tahu itu kertas apa. Tidak langsung dibuang karena nunggu mesin pemotong kertas panas. Tetapi soal sampah sudah dibuang, saya lupa bersihin karena lupa dan sudah mati lampu," ujar Salim.

Selain itu, Penyidik juga menemukan mesin penghancur kertas yang menjadi salah satu barang bukti, petunjuk bagi penyidik. Mesin itu ditemukan penyidik, saat menggeledah seisi ruangan kantor ROP pada tanggal 1 Februari 2019.

Pria yang akrab di sapa Jokdri tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti merusak barang bukti terkait pengaturan skor.

Ia diduga sebagai aktor intelektual yang memerintahkan tiga pesuruhnya, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus dan Abdul Gofar melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti-Mafia Bola beberapa waktu lalu.

Dia memerintahkan tiga orang itu untuk merusak garis polisi dan masuk tanpa izin ke tempat yang telah disegel polisi. Kemudian, melakukan perusakan barang bukti dan mengambil laptop.

Jokdri disangka melanggar Pasal 363 ke-3e dan 4e KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas kasus penghancuran barang bukti. (OL-8)

Baca Juga

Twitter @Persie_Official

Legenda Feyenoord Wim Jansen Tutup Usia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 26 Januari 2022, 05:10 WIB
Sejak promosi dari level akademi pada 1965, Jansen menghabiskan karier tidak kurang dari 15 tahun di...
AFP/Kenzo Tribouillard

Gol Tendangan Bebas Hakimi Antar Maroko ke Perempat Final Piala Afrika

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 26 Januari 2022, 04:59 WIB
Di babak perempat final, Maroko akan berhadapan dengan pemenang laga antara Mesir dan Pantai...
Twitter @WatfordFC

Roy Hodgson, Pelatih Anyar Watford

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 26 Januari 2022, 04:38 WIB
Hodgson tiba di Vicarage Road 24 jam setelah pemecatan Ranieri pada Senin (24/1) seiring merosotnya Watford ke zona degradasi, akhir pekan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya