Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH baru timnas Spanyol Luis Enrique mengumumkan skuat pertamanya pada Jumat (31/8), di mana pemain Barcelona Jordi Alba dan Koke dari Atletico Madrid merupakan sebagian dari nama-nama besar yang tidak dipanggil untuk pertandingan-pertandingan UEFA Nations League melawan Kroasia dan Inggris.
Luis Enrique, yang tidak dapat memanggil trio pemain yang belum lama pensiun Andres Iniesta, David Silva, dan Gerard Pique, mengatakan bahwa filosofinya adalah evolusi, bukan revolusi, ketika ia mengambil alih tim pada bulan lalu.
Membangun dari dasar-dasar yang diterapkan pendahulunya Julen Lopetegui, Luis Enrique memanggil sejumlah pemain muda -- yakni Pau Lopez, Jose Gaya, dan Dani Ceballos -- untuk memperkuat timnas untuk pertama kalinya.
"Gaya kami akan tetap sama, mencoba mendikte permainan, namun kami perlu menerapkan sedikit sentuhan-sentuhan kami ke dalamnya," ucapnya pada konferensi pers.
"Kami tidak akan membandingkan diri kami dengan skuat-skuat Spanyol di masa lalu yang telah memenangi banyak hal, namun kepada tim-tim yang akan kami hadapi, dan oleh sebab itu saya tidak berpikir bahwa kami inferior jika dibandingkan dengan yang lain." "Saya akan memainkan (formasi) 4-3-3, yang merupakan gaya yang saya sukai, namun kami tidak akan menutup pintu kepada siapa pun."
Marcos Alonso mendapat penghargaan untuk penampilan bagusnya di awal musim Liga Inggris bersama Chelsea, sementara itu terdapat juga spot di skuat berisi 24 pemain untuk rekan-rekan seklubnya Alvaro Morata, Cesar Azpilicueta, dan Kepa Arrizabalaga.
Kiper Manchester United David de Gea, yang banyak dikritik karena penampilan Spanyol di Piala Dunia, mempertahankan posisinya, sedangkan Sergi Roberto asal Barcelona dipanggil kembali setelah tidak masuk skuat untuk Rusia.
Spanyol akan bermain melawan semifinalis Piala Dunia Inggris di Wembley pada 8 September, sebelum menjamu finalis Kroasia tiga hari kemudian.
Timnas Spanyol:
Kiper: David de Gea (Manchester United), Kepa Arrizabalaga (Chelsea), Pau Lopez (Betis).
Bek: Dani Carvajal (Real Madrid), Nacho (Real Madrid), Sergio Ramos (Real Madrid), Diego Llorente (Real Sociedad), Inigo Martinez (Athletic Club), Jose Gaya (Valencia), Cesar Azpilicueta (Chelsea), Marcos Alonso (Chelsea), Raul Albiol (Napoli).
Gelandang: Sergio Busquets (Barcelona), Sergi Roberto (Barcelona), Rodrigo (Atletico), Saul Niguez (Atletico), Dani Ceballos (Real Madrid), Thiago Alcantara (Bayern Munich).
Striker: Isco (Real Madrid), Marco Asensio (Real Madrid), Diego Costa (Atletico), Rodrigo Moreno (Valencia), Alvaro Morata (Chelsea), Suso (AC Milan). (OL-1)
Di usia 33 tahun, delapan bulan, dan 30 hari, Lucy Bronze adalah pemain tertua timnas Inggris di Piala Eropa Putri 2025 dan bermain 598 menit sepanjang Piala Eropa Putri.
Kemenangan di Piala Eropa Putri ini menegaskan dominasi timnas Inggris di kancah sepak bola putri Eropa, sekaligus menambah koleksi gelar mereka menjadi dua kali berturut-turut.
Kemenangan ini menandai sejarah bagi timnas Inggris sebagai tim kedua setelah Jerman yang mampu menjuarai Piala Eropa Putri secara beruntun (2022 dan 2025).
Gol Aitana Bonmati di babak tambahan waktu mengantarkan timnas Spanyol meraih kemenangan 1-0 atas timnas Jerman di semifinal Piala Eropa Putri 2025, Kamis (24/7) dini hari WIB.
Chloe Kelly mencetak gol penentu kemenangan timnas Inggris pada menit ke-119, menyambar bola muntah hanya setelah kiper Italia Laura Giuliani berhasil menyelamatkan tendangan penaltinya.
Kiper timnas Jerman Ann-Katrin Berger menahan dua eksekusi penalti pemain timnas Prancis saat babak adu penalti perempat final Piala Eropa Putri.
Nicolas Gonzalez girang bawa Atletico Madrid menang 3-2 atas Real Sociedad.
Atletico Madrid menang dramatis 3-2 atas Real Sociedad. Simak drama 5 gol di Metropolitano yang dipersembahkan oleh brace Nico Gonzalez dan asis mewah Griezmann.
Barcelona menang 3-0 atas Atletico Madrid di Camp Nou, namun gagal ke final Piala Raja karena kalah agregat 3-4. Simak analisis Hansi Flick di sini.
Barcelona nyaris melakukan remontada ajaib di Copa del Rey. Meski menang 3-0 atas Atletico Madrid, Blaugrana gagal melaju ke final karena kalah agregat.
Tim asuhan Hansi Flick itu memikul misi sangat sulit, namun juga sangat mungkin terjadi setelah tertinggal 0-4 dari Atletico.
Pelatih Hansi Flick menegaskan timnya harus mewujudkan sesuatu yang nyaris mustahil demi menjaga peluang mempertahankan gelar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved