Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PUASA adalah ibadah menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan niat karena Allah SWT.
Pilih makanan seperti nasi merah, oatmeal, atau roti gandum agar energi bertahan lebih lama.
Makan makanan tinggi protein seperti telur, ayam, ikan, atau tahu-tempe untuk menjaga daya tahan tubuh.
Pastikan minum minimal 2 gelas air saat sahur untuk menghindari dehidrasi.
Sayur dan buah membantu pencernaan tetap lancar dan mencegah sembelit.
Makanan asin dapat menyebabkan tubuh cepat haus, sementara makanan berminyak membuat tubuh lemas.
Kopi dan teh bisa meningkatkan produksi urine dan membuat tubuh cepat kehilangan cairan.
Kurma, madu, atau buah manis memberikan energi cepat tanpa menyebabkan lonjakan gula darah berlebihan.
Makan dalam porsi kecil dahulu, lalu lanjutkan dengan makanan utama setelah shalat Maghrib.
Mengunyah makanan dengan perlahan membantu pencernaan bekerja lebih optimal.
Gunakan pola 2-4-2: 2 gelas saat berbuka, 4 gelas di antara tarawih, dan 2 gelas saat sahur untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Lakukan olahraga ringan seperti jalan santai atau stretching setelah berbuka untuk menjaga kebugaran.
Pastikan tidur 6-8 jam per hari agar tubuh tetap segar dan tidak mudah lemas saat berpuasa.
Dengan menjaga pola makan yang baik, tubuh akan tetap bugar dan puasa pun berjalan lebih lancar. (Z-4)
Ayat ini menegaskan tujuan utama puasa adalah takwa, yakni kesadaran moral spiritual yang melahirkan kepatuhan, kejujuran, dan tanggung jawab baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah menegaskan bahwa pasien dengan gangguan irama jantung pada umumnya tetap dapat menjalankan puasa.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Mengabaikan aktivitas fisik sama sekali selama bulan Ramadan penuh dapat berdampak negatif pada tingkat kebugaran seseorang.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved