Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kebidanan dan kandungan RS Pusat Pertamina Erwinsyah H. Harahap mengatakan trimester kedua atau saat usia kehamilan menginjak 12-28 minggu dinilai paling aman jika ibu hamil ingin melakukan perjalanan mudik.
"Yang aman bagi ibu untuk melakukan perjalanan terutama perjalanan jauh lebih baik pada trimester kedua, yaitu posisi ibu hamil paling nyaman, lagi enak-enaknya," kata Erwinsyah, dikutip Jumat (5/4).
Ia menyebut saat memasuki usia kehamilan trimester kedua, frekuensi buang air kecil sudah lebih berkurang dibandingkan ketika masih trimester pertama.
Baca juga : Ibu Hamil yang Mudik Diingatkan tidak Menahan Buang Air Kecil
Di usia kehamilan ini, ibu juga sudah tidak mengalami mual muntah yang seringkali dirasakan saat awal kehamilan dan posisi perut juga masih di atas sehingga masih nyaman untuk melakukan perjalanan.
Erwinsyah menyarankan untuk menunda perjalanan jika kehamilan sudah memasuki usia 30 minggu ke atas karena berisiko rasa tidak nyaman di bagian bawah, sering buang air kecil karena berat janin, serta panggul yang tidak nyaman karena sebagian besar di usia ini janin sudah masuk ke area panggul atau jalan lahir.
"Pada trimester ketiga, karena perutnya sudah besar biasanya mulai nggak enak di bagian bawah, karena sebagian bayinya sudah masuk ke atas panggul, bisa merasakan tidak nyaman di bagian punggung sering sakit bagian bawah," katanya.
Baca juga : Ibu Hamil Diingatkan Ganti Posisi Duduk Setiap Dua Jam Sekali Saat Mudik
Selama di perjalanan, ibu hamil juga harus beristirahat di rest area setiap 2 jam sekali agar bisa menghirup udara segar dan meluruskan kaki agar tidak kram atau bengkak.
Jika menaiki pesawat, setiap 1 jam atau 2 jam sekali bisa berjalan di area lorong agar aliran darah ke kaki tetap lancar selama perjalanan.
Erwinsyah juga mengatakan, istirahat setiap dua jam juga dapat membantu ibu hamil agar tidak stres dan cemas karena lalu lintas perjalanan yang sering kali terjebak macet saat arus mudik lebaran.
Baca juga : Ini Kiat Bagi Ibu Hamil yang akan Mudik Lebaran
"Biar nggak stres dengarkan musik di jalan, pilihlah waktu-waktu di mana tidak dalam sedang macet atau perhatikan pantauan jalan, kalau kondisi macet jangan dilakukan perjalanan, lebih bagus istirahat dulu supaya tidak stres," kata Erwinsyah.
Sementara itu, asupan makanan juga penting selama di perjalanan, dan ibu hamil juga disarankan tidak berpuasa agar tetap bisa mencukupi kebutuhan cairan dan makanan untuk ibu dan janin dalam kandungan.
Camilan juga boleh dikonsumsi untuk memenuhi kalori pada ibu hamil.
"Dia harus makan makanan yang sehat, kemudian cairan selama perjalanan dia harus cukup supaya kondisi perkembangan janinnya normal, kalau bisa jangan kurang, kalau kurang nanti akan mempengaruhi perkembangan janin," pungkas Erwinsyah. (Ant/Z-1)
Satgas Saber bertujuan menjamin pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP)
Isu yang diangkat film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
Musim puncak (peak season) pengiriman Ramadan dan Lebaran tahun 2026 jadi momen optimisme perusahaan jasa logistik.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Masyarakat yang melakukan pemesanan tiket kereta api pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Laporan terbaru NCHS menunjukkan tren kenaikan kasus sifilis maternal. Kenali risiko, gejala "senyap", dan cara melindungi janin dari infeksi mematikan.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Sentuhan ini ternyata sudah bisa dirasakan oleh bayi di dalam kandungan saat kehamilan memasuki trimester kedua.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Anemia bukan sekadar masalah kekurangan darah biasa, melainkan pemicu berbagai komplikasi serius.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved