Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Ramadan selalu menjadi bulan yang penuh berkah dan kebahagiaan bagi umat muslim di seluruh dunia. Di Indonesia, bulan Ramadan juga menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang suka berburu kuliner dan tempat ngabuburit.
Ngabuburit sendiri merupakan tradisi yang sudah ada sejak lama, ketika kita menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Namun, sering kali kita merasa sulit untuk menemukan tempat ngabuburit yang nyaman.
Bagi kamu yang berada di Kota Bogor, kamu tidak perlu khawatir kehabisan tempat ngabuburit yang seru, enak, dan keren. Bogor kini memiliki tempat baru yang bisa didatangi untuk ngabuburit bersama teman atau keluarga. Tempat yang baru didirikan pada Desember 2023 lalu ini bernama Teras Sukasari yang berada di sisi Jalan Raya Bogor.
Baca juga : Nikmati Pengalaman Berbuka Puasa di Seluruh Jaringan Sapa Raja Hotels Area Jawa Barat
Meski berada di pinggir jalan raya, tempat kuliner outdoor ini sangat bersih dan asri. Tenan-tenan makanan dan minumannya juga didesain sangat unik yang membuat betah bagi para pengunjung.
Tidak itu saja, tempat-tempat duduk untuk makannya juga tertata rapi sehingga kita terasa berada di taman perbukitan dengan rumputnya yang indah. Ada juga tempat duduk VIP untuk 10 orang yang berada di rooftop. Bagi pengunjung yang mau menempatinya harus pesan terlebih dulu.
Pokoknya, setiap pengunjung yang datang ke tempat ini pasti dibuat kagum karena sangat indah dan juga bisa untuk hunting foto. Meski konsepnya outdoor, di tempat ini juga disediakan toilet yang bersih untuk para pengunjung.
Baca juga : Hanya Rp175.000/Nett/Orang Dapat Nikmati Sajian Berbuka Asia Timur Tengah di Hotel Salak The Heritage Bogor
Jangan khawatir dengan pilihan makanannya. Berbagai makanan tersedia di Teras Sukasari ini. Mulai dari baso, masakan Padang, bubur ayam, sate Madura, nasi goreng, mie ayam, nasi uduk, nasi bakar, cireng, batagor kuah, wedang jahe, soto mie, soto ayam, masakan khas Sunda, dan kopitiam.
Untuk ngabuburit di tempat ini, para pengunjung juga tidak perlu harus merogoh kocek terlalu dalam. Hal itu karena harga-harga makanan di sini terbilang murah dan terjangkau.
Faris, dari Koperasi PDAM Kota Bogor, yang ditunjuk menjadi pengelola Teras Sukasari ini mengungkapkan tempat ini dibangun untuk mengakomodir para pedagang kaki lima yang ada di sekitar kantor PDAM Kota Bogor agar memiliki tempat yang resmi.
Baca juga : Plt Bupati Bogor Intruksikan ASN Berbagi Takjil Ramadan
“PDAM Kota Bogor berinisiatif untuk membuat tempat ini sebagai bentuk CSR perusahaan. Tapi dalam perjalanannya juga menggandeng pihak Danone dan Pemda untuk menjadikannya sebagai pusat jajan di daerah Bogor,” tuturnya.
Untuk menghibur para pengunjung, dia mengatakan, setiap malam minggu dan Kamis malam, di Teras Sukasari ini diadakan live music dari para mahasiswa yang ada di Bogor.
“Para pengunjung juga bisa ikut perpartisipasi untuk berkaraoke,” ucapnya seraya mengatakan Teras Sukasari ini akan diresmikan Wali Kota Bogor dalam waktu dekat.
Baca juga : Cari Inspirasi Ramadan Seru di Google
Para pedagang di Teras Sukasari ini menyatakan sangat senang bisa berjualan di sini. Haris, pedagang nasi bakar menuturkan bisa mendapatkan omset sebesar Rp300-Rp500 ribu per hari.
“Alhamdullilah, meski masih baru berjualan di sini, saya bisa mendapatkan omset penjualan sebesar itu,” kata pria yang tadinya berjualan di trotoar jalan dekat kantor PDAM.
Pedagang lainnya, Diki, juga bersyukur bisa berjualan di tempat ini.
Baca juga : Serba Rp5.000, Jajanan Khas Ramadan Pemuas Dahaga
“Selain tempatnya bagus, saya juga tidak dikejar-kejar aparat lagi kalau berjualan,” ujar pria yang tadinya hanya berjualan di lampu merah.
Hal senada juga disampaikan Ira, pedagang nasi Padang dan Aryo pedagang baso, Teguh pedagang nasi goreng, yang sebelumnya berjualan di trotoar jalan.
Para karyawan yang berkantor dekat dengan Teras Sukasari ini juga menyambut baik keberadaan sentra kuliner ini.
Baca juga : 6 Auran Pemkot Bogor tentang Kegiatan Masyarakat saat Ramadan
Said, penjaga toko di Lippo Plaza yang berada di seberang Teras Sukasari ini mengatakan sangat senang dengan adanya sentra kuliner ini. Selain dekat dari tempatnya bekerja, dia mengaku harga makanannya juga sangat terjangkau.
”Sekarang saya dan karyawan-karyawan lain yang ada di Lippo Plaza selalu kalau beli makan siang ke sini. Tempatnya bagus dan makananya juga murah,” tukasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Sandi, karyawan PDAM Bogor.
“Sentra kuliner ini sangat membantu untuk kita karyawan PDAM sehingga tidak jauh-jauh cari makan. Harganya juga murah,” ungkapnya. (RO/Z-1)
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Namun, di tengah kemajuan tersebut, optimalisasi zakat nasional belum menunjukkan lompatan yang sepadan.
Rasa lapar saat puasa berkaitan erat dengan komposisi menu sahur.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Melalui kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan dapat semakin mempererat kebersamaan, kekeluargaan, serta memperkuat nilai-nilai persatuan di tengah masyarakat
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Saat berbuka adalah puncak kebahagiaan setelah seharian menahan lapar dan haus.
Nova Paloh menekankan bahwa Ramadan adalah waktu yang tepat untuk merekatkan kembali hubungan yang mungkin merenggang akibat kesibukan sehari-hari.
Baznas berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang terdampak konflik dan bencana, termasuk di Palestina.
Tantangan bangsa saat ini tidak hanya datang dari persoalan ekonomi dan geopolitik, tetapi juga dari maraknya disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved