Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG puasa Ramadan 2024, umat Muslim akan fokus dan mempertebal ibadahnya.
Bahkan banyak hafalan-hafalan yang baik untuk diamalkan saat bulan suci Ramadan ini.
Maka dari itu untuk bisa khusyu saat beribadah puasa, kalian harus mengamalkan beberapa sunnah Rasulullah.
Baca juga : 10 Sunah dalam Puasa Menurut Syaikh Nawawi Al-Bantani
Selain itu, sejumlah hal yang wajib pun harus kalian lakukan agar ibadah puasa bisa berjalan dengan lancar.
Salah satunya adalah mandi wajib untuk puasa Ramadan.
Untuk mandi wajib atau mandi junub bagi perempuan dan laki-laki berbeda, mulai dari bacaan hingga tata caranya.
Baca juga : Niat Mandi Puasa Ramadan, bukan Mandi Wajib atau Junub
Namun biasanya banyak orang yang menggunakan tata cara dan niat mandi wajib dengan cara umum.
Baca juga : 16 Titik Disiapkan untuk Pemantauan Hilal di Jawa Tengah
Pertama langkahkan kaki kanan saat masuk ke dalam kamar mandi.
Bacalah niat mandi wajib sebelum mengguyur badan.
Nat mandi wajib ini bacaannya cukup pendek dan mudah.
Baca juga : Minimalisir Dampak Perbedaan, Persis Dukung Penyelenggaraan Sidang Isbat
Sambil mengguyur, kalian baca niat tersebut.
Bersihkan telapak tangan secara menyeluruh.
Baca juga : Kementerian Agama Gelar Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan Hari Ini
Basuh tangan hingga siku sebanyak tiga kali.
Lalu yang ketiga bersihkan kotoran-kotoran yang ada di sela tubuh.
Baca juga : Masyarakat harus Saling Hormati Perbedaan Awal Puasa Ramadan 1445 Hijriah
Bersihkan menggunakan jari, mulai dari ketiak, sela-sela rambut, telinga, hidung, kemaluan hingga dubur.
Selanjutnya, kalian lakukan wudhu lengkap.
Baca juga : Ramadan Vaganza di Mercure Jakarta Cikini
Wudhu lah layaknya seperti akan melaksanakan salat.
Berihkan sela-sela rambut menggunakan jari.
Baca juga : Warga Cimahi Kecewa tidak Kebagian Beras Murah
Basuh rambut kalian sambil dibersihkan menggunakan tangan.
Cara yang terakhir kalian basuh tubuh menggunakan air.
Baca juga : An Nadzir Sudah Bisa Puasa Menyambut Ramadan 10 Maret 2024
Basuh tubuh secara menyeluruh mulai dari kanan dan kiri sebanyak tiga kali.
Pastikan air tersebut membasahi semua bagian tubuh.
Baca juga : Ramadan 1445 H, NU dan Muhammadiyah Bakal Berbeda Awal Puasa
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal jinaabati fardhan lillahi ta’ala (Z-12)
Rayakan Ramadhan dengan 5Parkling Ramadhan Iftar di Hotel Park 5 Simatupang. Nikmati 14 menu rotasi Indonesia, Asian, Timur Tengah, dan Western dengan promo Early Bird menarik.
JS Luwansa Hotel Jakarta menghadirkan “RaSa”, konsep Ramadan dengan sajian Nusantara, Asia, dan Timur Tengah, lengkap dengan paket iftar, meeting, dan menginap.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Sajian kuliner Nusantara dihadirkan untuk membawa kembali kenangan Ramadan yang identik dengan kebersamaan keluarga dan kehangatan suasana rumah.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved