Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Bidang Hukum Islam Kontemporer Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Muammar Muhammad Bakry menilai Ramadan adalah bulan untuk melatih dan mengajarkan kesabaran serta pembinaan jiwa agar menjadi pribadi yang bertakwa.
"Ramadan itu semacam bulan madrasah untuk melatih jiwa untuk bersabar, mengajarkan atau menyebarkan kerahmatan. Madrasah bagi nafsu dan upaya pembinaan jiwa kita sendiri," kata Muammar seperti dilansir Antara, Jumat (14/4).
Meski ada beberapa perang atau jihad yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, kata dia, dalam konteks qital atau peperangan fisik. Namun, perang yang sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu.
Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Sulawesi Selatan, itu menjelaskan bahwa sesungguhnya hawa nafsu yang tidak terkendali, melawan nilai kemanusiaan dan nilai kerahmatan.
"Itulah yang seharusnya dilawan melalui semangat jihad karena potensi dalam diri manusia untuk menjadi jahat selalu ada. Akan tetapi, kalau potensi tersebut tidak dilawan dengan potensi ketakwaan dan kerahmatan, bisa saja seseorang itu dikuasai oleh nafsu hewannya, hawa
nafsunya," ujarnya.
Menurut dia, masih ada yang menyalahartikan pemahaman keagamaan, lalu menuruti hawa nafsunya untuk melakukan pembenaran atas apa yang dilakukan, seperti tindakan yang mengarah kepada destruktif atau irhab (terorisme).
Baca juga: Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah, Manfaat, dan Hukumnya bagi Umat Islam
Muammar berpendapat bahwa penyelewengan makna Ramadan sebagai bulan jihad tersebut dapat berakibat fatal, terutama jika dijadikan alasan pembenaran untuk melakukan tindakan yang dapat mencederai nilai-nilai kemanusiaan, serta menciptakan konflik dan gangguan bagi keharmonisan bangsa yang majemuk.
"Ini berbahaya sekali bagi harmonisasi bangsa kita yang sungguh sangat kita nikmati hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan
tenang dan harmoni," katanya.
Jika ada kelompok yang memaksakan pemahaman eksklusifnya, kemudian salah memaknai agama, menurut dia, akan menimbulkan efek yang sangat berbahaya bagi pemahaman yang mengarah pada radikalisme.
Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan itu menjelaskan terkait dengan Ramadan sebagai bulan kemenangan. Selain itu, juga mengingatkan bangsa Indonesia dengan sejarah besar hari kemerdekaan 1945 yang juga diraih pada bulan Ramadan.
Dikatakan pula bahwa momentum tersebut harus diperingati sebagai momen membangun Indonesia secara lebih baik.
"Ramadan bagi kita bangsa Indonesia adalah sejarah besar, harus menjadi bulan yang mengingatkan kita tentang kemerdekaan yang sesungguhnya. Momentum bagi kita untuk menebarkan kerahmatan, kedamaian, serta membangun Indonesia secara lebih baik dan secara konstruktif," katanya.
Muammar menyampaikan pesannya kepada segenap umat Islam dan masyarakat Indonesia untuk senantiasa mengingat catatan penting yang tersirat di dalam Al-Qur'an tentang menjaga persaudaraan.
Menurut dia, menjaga persaudaraan itu tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga dalam setiap waktu kehidupan bermasyarakat. (Ant/I-2)
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan krisis kemanusiaan, kolaborasi menjadi kunci agar keberkahan dan kebahagiaan dapat dirasakan lebih luas
Fitur-fitur baru itu mentransformasi aplikasi ngaji.ai menjadi asisten ibadah harian yang komprehensif guna membantu pengguna tetap konsisten di tengah kesibukan.
Seluruh program tersebut merupakan wujud komitmen Baznas (Bazis) DKI Jakarta dalam memastikan zakat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Berdasarkan data 10 komoditas dengan andil inflasi dan deflasi terbesar secara bulanan, cabai merah mencatat andil deflasi terbesar sebesar -0,31 persen, disusul cabai rawit -0,07 persen.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved