Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGKHATAMKAN bacaan Alquran sejumlah 30 juz, 114 surah dan 6666 ayat merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa, terlebih saat bulan Ramadan yang berlimpah kebaikan. Dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, momen khatam Alquran diyakini akan memberikan berkah kepada seluruh anggota keluarga.
Hal itu seperti yang dilakukan oleh sahabat Rasulullah SAW, yakni Anas bin Malik yang mengajak keluarganya saat akan mengkhatamkan Alquran.
Diriwayatkan Darimi dari Tsabit al-Bunnani, dia berkata bahwa Anas bin Malik jika sudah hampir mengkhatamkan Alquran pada malam hari, beliau menyisakan sedikit hingga ketika subuh. Lalu, beliau mengumpulkan keluarganya dan mengkhatamkannya bersama mereka.
Untuk bisa mengkhatamkan Alquran selama Ramadan tepat waktu, Kepala Unit Percetakan Alquran, Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Jamaluddin M Marki memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan. Berikut ini tipsnya seperti dikutip dari laman Kementerian Agama.
1. Gunakan sistem target
Terapkan sistem target dengan menjadikan jumlah juz dalam mushaf Alquran sebagai patokan. Setiap satu juz berisikan 11 lembar atau 22 halaman. Jika 1 hari dibaca 1 juz dalam sebulan akan khatam. Jadi target yang harus dicapai adalah membaca 1 juz setiap hari.
2. Bagi jumlah lembar
Apabila dirasakan berat untuk menamatkan 1 juz di satu waktu, misalnya ba’da tarawih/atau ba’da Subuh, pilihan lainnya adalah membagi jumlah lembar dalam 1 juz kemudian dibaca setiap selesai shalat wajib.
Jamaluddin menyampaikan, mushaf Alquran yang umum beredar di Indonesia, rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih). Jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu shalat), maka tiap selesai shalat hanya akan membaca 2 lembar saja.
"Lebih enteng bukan?" ucap Jamaluddin.
3. Gunakan jumlah lembar (halaman)
Jumlah halaman pada mushaf Alquran berbeda-beda. Sebagai contoh, kata Jamaluddin, mushaf Alquran Standar Indonesia (MSI) yang di cetak oleh Unit Percetakan Alquran Kementerian Agama memiliki 604 halaman. Agar bisa khatam hingga akhir bulan Ramadan, kata dia, maka setiap hari harus membaca 21 atau 22 halaman.
"Ini bisa dibaca dengan variasi waktu kapan pun dalam 1 hari tersebut, dengan target 21 halaman per hari. Jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar (21 halaman) sekaligus, sebaiknya bawa selalu mushaf Alquran (atau gunakan aplikasi Alquran Digital) dan manfaatkan waktu-waktu luang," tuturnya.
4. Semakin banyak semakin bagus
Untuk kaum perempuan yang mengalami menstruasi, Jamaluddin menyarankan agar membaca Alquran lebih dari 1 Juz perhari sebagai simpanan ketika masa haid datang. "Misalkan 1,5-2 Juz. Semakin banyak semakin bagus. Ini bisa menjadi simpanan, jika siklus menstruasi itu datang," katanya.
"Kuncinya sebenarnya lebih kepada niat masing-masing individu. Jika memang berniat betul-betul ingin mengkhatamkan Alquran, dengan izin Allah pasti bisa tercapai. Semakin banyak lagi halaman Alquran yang bisa dibaca, otomatis bisa lebih cepat mengkhatamkan Alquran,” pungkas Jamaluddin. (H-2)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Tahun ini, Imlek dirayakan berdekatan dengan bulan suci Ramadan, menghadirkan suasana kebersamaan dua tradisi besar, masyarakat Tionghoa dan umat Muslim.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Pengalaman menginap di Holiday Inn & Suites Jakarta Gajah Mada selama Ramadan terasa semakin lengkap dengan pelayanan khas brand Holiday Inn yang ramah keluarga.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Pasar Dandangan berlangsung selama 10 hari jelang Ramadan menjadi sarana penting untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved