Kamis 08 April 2021, 20:33 WIB

Boyolali Tiadakan Padusan Tapi Izinkan Pengelola Batasi Pengunjung

Mediaindonesia.com | Ramadan
Boyolali Tiadakan Padusan Tapi Izinkan Pengelola Batasi Pengunjung

Antara
Ilustrasi

Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah meniadakan upacara padusan menjelang Ramadhan 1442 Hijriah guna mencegah penularan Covid-19.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Boyolali Susilo Hartono pada Kamis mengatakan bahwa upacara tersebut tidak bisa dilakukan karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk mengendalikan penularan virus korona yang masih berlangsung.

"Kami tidak menggelar upacara ritual padusan tahun ini, tidak ada promosi, dan tidak ada hiburan rakyat, karena aturan PPKM Mikro yang masih berlangsung," katanya di objek Wisata Umbul Sungsang Pengging Boyolali.

Susilo mengatakan bahwa pengelola tempat wisata pada masa pandemi harus membatasi pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas tempat wisata dan mematuhi protokol kesehatan.

"Jika ada pengunjung ingin melaksanakan padusan tentu kami mempersilakan, asalkan dibatasi dan tidak boleh terlalu penuh atau hanya 50 persen dari kapasitas, agar protokol kesehatan tetap terjaga," katanya.

Susilo menjelaskan, padusan merupakan tradisi membersihkan diri untuk menyambut bulan Ramadan yang dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Jawa. Padusan biasanya dilakukan dua hari menjelang Ramadan.

Di Boyolali, tradisi padusan sering dilaksanakan di tempat pemandian Umbul Sungsang dan Umbul Tirtomarto di kawasan wisata Pengging, Umbul Tlatar, serta tempat pemandian di Kecamatan Simo.

Susilo mengatakan, pengelola tempat pemandian bisa melayani pengunjung sesuai batasan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Pemerintah Kabupaten Boyolali akan bekerja sama dengan pengelola objek wisata untuk memantau tempat pemandian yang biasa digunakan untuk padusan guna memastikan protokol kesehatan dijalankan.

Timbul, pengelola Pemandian Umbul Sungsang, mengatakan bahwa dia siap menjalankan aturan pemerintah mengenai pencegahan penularan Covid-19.

Dia mengatakan bahwa tempat cuci tangan sudah disediakan di pemandian dan pengelola membatasi jumlah pengunjung. Warga yang datang ke tempat pemandian juga diharuskan memakai masker dan menjaga jarak.

Menurut dia, menjelang Ramadhan pengunjung pemandian sekitar 200 orang per hari, meningkat 20 persen dibandingkan pada hari biasa. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok.MI/Muhammad Zuhair Zahid

Kisah Diaspora Indonesia Jalani Puasa Terlama di Dunia

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 16 April 2021, 22:35 WIB
Zuhari yang melanjutkan pendidikan di University Swedia di bidang pendidikan Matematika mengaku tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan...
Antara/M Risyal Hidayat

Ini Ketentuan Beribadah di Masjid Istiqlal Selama Ramadan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 16 April 2021, 21:59 WIB
Tahun ini, sebagian renovasi telah selesai sehingga, area masjid sudah bisa digunakan untuk masyarakat umum yang hendak...
Antara

Allah SWT Menggaransi Pahala Berkali Lipat saat Bersedekah

👤 Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 16 April 2021, 17:45 WIB
SETIAP umat Islam yang memiliki kelebihan rezeki diperintahkan Allah SWT untuk senantiasa mengeluarkan sedekah, infak zakat atau membagi...

RENUNGAN RAMADAN

TAFSIR AL-MISHBAH

2021-04-17

JADWAL IMSAKIYAH
Sabtu, 17 Apr 2021 / Ramadan 1442 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:33 WIB
Subuh : 04:43 WIB
Terbit : 05:53 WIB
Dzuhur : 11:52 WIB
Ashar : 15:12 WIB
Maghrib : 18:04 WIB
Isya : 18:57 WIB

TAUSIYAH