Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Disebut Sikap Antikritik

Devi Harahap
01/4/2026 15:40
Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Disebut Sikap Antikritik
Ilustrasi.(Antara Foto)

DIREKTUR Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menyoroti kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus merupakan sikap antidemokrasi dan ketidakmauan menerima kritik.  

"Saya meyakini siapapun yang menjadi aktor intelektual dan para pelaku penyiraman terhadap Andrie Yunus adalah para pecundang dan anti demokrasi karena tidak mau dikritik dan dievaluasi,” tegasnya di Jakarta, Rabu (1/4).

Fernando menyebut, hingga kini masyarakat masih berharap kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut dapat diungkap tanpa intervensi pihak mana pun.

“Masyarakat Indonesia masih berharap kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus akan dilakukan secara tuntas dan terang benderang tanpa ada intervensi dari pihak manapun,” ujarnya.

Ia juga menilai adanya dugaan kuat di tengah publik bahwa penyiraman tersebut berkaitan dengan kritik Andrie mengenai supremasi sipil di Indonesia.

“Sangat kuat dugaan dan kecurigaan masyarakat bahwa penyiraman terhadap Andrie Yunus karena kritiknya terkait dengan supremasi sipil di Indonesia yang sepertinya mengusik kenyamanan salah satu institusi negara,” kata Fernando.

Fernando menekankan bahwa institusi negara yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) seharusnya terbuka terhadap kritik publik.

“Sebagai institusi yang bersumber dari APBN seharusnya bisa menerima kritik dari siapapun dan sekeras apapun. Kalau tidak mau dikritik dan dievaluasi ya sebaiknya jadi ormas saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kritik seharusnya dipandang sebagai bagian dari upaya membangun negara, bukan sebagai ancaman.

“Kalau memang benar dan berjalan sesuai dengan konstitusi kenapa harus takut atau bahkan anti terhadap kritik. Seharusnya mereka sadar, bahwa anggaran yang mereka nikmati berasal dari pajak rakyat sehingga seharusnya dijadikan kawan dalam membangun Indonesia, bukan lawan,” tukasnya.

Fernando juga berharap Presiden Prabowo Subianto bersikap tegas dalam menegakkan hukum terkait kasus tersebut. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya