Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Teror Air Keras, GREAT Institute Ajak Masyarakat tak Langsung Tuduh Negara

Cahya Mulyana
17/3/2026 17:13
Teror Air Keras, GREAT Institute Ajak Masyarakat tak Langsung Tuduh Negara
ilustrasi.(MI)

WAKIL Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus diteror dengan penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (12/3/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Andrie dikabarkan mengalami luka bakar 24% di bagian wajah dan sedang dioperasi bagian mata.

Presiden Prabowo memerintahkan Kapolri Listyo Sigit untuk mengusut tuntas secara profesional dan transparan terkait kasus teror terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.

"Jadi, terkait perkembangan penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional dan transparan,” ujar Kapolri Listyo Sigit saat meninjau arus mudik di Stasiun Gubeng Surabaya, Minggu (15/3) siang.

Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto mendesak Polri untuk melakukan investigasi secara cepat karena hal tersebut merupakan perintah langsung Presiden.

"Apalagi beberapa anggota Kabinet Merah Putih seperti Menteri HAM Natalius Pigai telah mengecam langsung kejadian tersebut, bahkan Wakil Menteri HAM Mugiyanto mengatakan bahwa aksi teror terhadap aktivis HAM ini dapat mengganggu posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB," ungkap Sudarto.

Sudarto menegaskan, penyelidikan atas kasus ini tidak hanya bertujuan memenuhi hak korban yang merupakan aktivis HAM untuk dapat menyampaikan aspirasinya secara bebas dan dijamin konstitusi kita, tetapi juga mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah yang mana beredar narasi di media sosial yang menuduh keterlibatan negara dalam kasus teror ini.

GREAT Institute juga mengajak seluruh masyarakat, terutama yang berseberangan dengan kebijakan Pemerintahan Prabowo untuk tetap tenang dan tidak menuduh langsung keterlibatan negara dalam kasus ini. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya