Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISARIS Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Ahok menegaskan bahwa kegagalan transformasi skema subsidi dari "barang" ke "orang" telah membuat Pertamina kehilangan potensi keuntungan jumbo sekaligus memperburuk kondisi cash flow perusahaan.
Ahok mengeklaim bahwa jika pemerintah dan DPR berani mengambil keputusan strategis untuk menyalurkan subsidi langsung kepada rakyat, Pertamina sebenarnya mampu meraup laba hingga US$ 6 miliar atau setara Rp100,57 triliun.
Di hadapan majelis hakim, Ahok membeberkan bahwa kondisi keuangan subholding Patra Niaga sebenarnya dalam tekanan berat atau "berdarah-darah" karena pemerintah memaksa harga barang subsidi tidak boleh dinaikkan meskipun harga minyak dunia melonjak. Ahok meluruskan bahwa Pertamina tidak bebas menyesuaikan harga tanpa izin Presiden, bahkan menteri pun tidak berani menaikkan harga tanpa restu tersebut.
Akibat harga yang dipatok, cash flow Pertamina menjadi merah dan memaksa perusahaan melakukan pinjaman jangka pendek untuk menutup biaya operasional. Fenomena ini terlihat jelas saat SPBU swasta sudah menaikkan harga mengikuti pasar, sementara Pertamina tetap dipaksa menahan harga demi kebijakan subsidi.
Ahok mengaku telah mengusulkan solusi konkret kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, untuk mengubah subsidi menjadi bantuan langsung berbasis digital melalui aplikasi MyPertamina. Namun, usulan sistem voucher digital yang diklaim dapat menguntungkan negara hingga Rp100,57 triliun tersebut tidak mendapat persetujuan hingga masa jabatannya berakhir. “Saya kira Presiden dan DPR harus berani melakukan subsidi ke orang, bukan ke barang,” tegas Ahok saat memberikan keterangan sebagai saksi, Selasa (27/1/2026).
Selain urusan subsidi, Ahok juga mendorong perbaikan sistem di tubuh Pertamina melalui mekanisme e-katalog agar pembelian minyak mentah serta seluruh pengolahan menjadi transparan dan bagus. Ia juga mengusulkan penerapan sistem supplier hire stock untuk meningkatkan efisiensi distribusi minyak nasional serta mendorong penerapan meritokrasi dalam SDM. Dalam hal meritokrasi, Ahok menekankan bahwa pengangkatan direksi harus didasarkan pada kejujuran dan hasil kerja tanpa terikat senioritas maupun usia.
Kesaksian ini diberikan dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah periode 2018–2023 yang menyeret sembilan terdakwa, termasuk pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa, Muhammad Kerry Adrianto Riza. Kasus ini diduga telah menyebabkan kerugian negara secara masif senilai Rp285,18 triliun, yang mencakup kerugian keuangan dan perekonomian negara terkait impor BBM serta penjualan solar nonsubsidi. (I-1)
TOKOH suku Dayak, Panglima Jilah, mempertanyakan nasib pembangunan Dayak Center di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang pernah dijanjikan oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Tradisi berdiskusi dengan para pemimpin terdahulu akan berdampak pada kualitas keputusan yang diambil. Dengan mempertimbangkan berbagai masukan.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengundang para mantan presiden, wakil presiden, menteri luar negeri, serta ketua umum partai politik ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam.
Presiden Prabowo Subianto mengundang SBY, Jokowi, Jusuf Kalla, hingga ketum parpol ke Istana Merdeka malam ini. Simak agenda dan daftar tokoh yang hadir.
Teddy menuturkan, salah satu hal yang akan dibicarakan dengan para tokoh itu ialah terkait situasi geopolitik dunia terkini.
PRESIDEN ke-7 Joko Widodo ikut mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Wapres ke 6 Jenderal TNI ( Purn) Try Sutrisno.
Salah satu pendorong utama optimisme SAKA adalah keberhasilan pemboran sumur pengembangan UPA-17ST di Wilayah Kerja (WK) Pangkah.
Pertamina pun menegaskan telah mempersiapkan stok BBM dan LPG jauh hari sebelum perang Israel-Amerika lawan Iran.
Pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.
Kuota sebanyak 5.000 peserta sudah terpenuhi hanya dalam enam jam sejak dibukanya pendaftaran pada 3 Maret 2026.
Program Bengkel Persiapan Mudik akan dimulai pada 6–7 Maret 2026, sementara Bengkel Siaga Mudik beroperasi pada 14–20 Maret 2026 di berbagai titik Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
PT Pertamina (Persero) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal perjalanan masyarakat Indonesia dalam menyambut hari raya Idulfitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved