Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYESUAIAN harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan pantauan di berbagai operator SPBU di Indonesia, terdapat perubahan harga yang mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar Mata Uang Rupiah.
Hingga saat ini, data harga BBM untuk tanggal 2 April 2026 sedang divalidasi dari sumber resmi masing-masing operator. Namun, secara umum, kebijakan penyesuaian harga biasanya dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulannya untuk jenis BBM non-subsidi seperti Pertamax Series, Shell Super, hingga BP Ultimate.
Berikut adalah tabel perbandingan harga BBM di berbagai SPBU (Data sedang divalidasi untuk kepastian angka presisi per wilayah):
| Operator | Jenis BBM | Status Data |
|---|---|---|
| Pertamina | Pertalite (Subsidi) | Tetap (Menunggu Keputusan Pemerintah) |
| Pertamax | Sedang Divalidasi | |
| Pertamax Turbo | Sedang Divalidasi | |
| Shell | Shell Super | Sedang Divalidasi |
| Shell V-Power | Sedang Divalidasi | |
| BP AKR | BP 92 | Sedang Divalidasi |
| BP Ultimate | Sedang Divalidasi |
Perubahan harga BBM di Indonesia sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental, di antaranya:
Masyarakat diimbau untuk mengecek secara berkala melalui aplikasi resmi masing-masing operator seperti MyPertamina untuk mendapatkan harga paling mutakhir di lokasi SPBU terdekat, mengingat adanya perbedaan harga antarprovinsi akibat faktor pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). (H-4)
Ketua Hiswanamigas Priangan Timur menegaskan isu kenaikan harga BBM per 1 April 2026 yang beredar di WhatsApp belum ada pengumuman resmi.
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Yoki menjelaskan, salah satu dampak nyata dari penanganan perkara tersebut adalah PT PIS harus melepas kapal JMN.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan sesuai arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved