Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Masyarakat Priangan Timur Diminta tidak Terpancing Hoaks Kenaikan BBM

Kristiadi
31/3/2026 14:39

ISU kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 April 2026 beredar luas melalui pesan WhatsApp berantai di masyarakat Priangan Timur, namun sumbernya belum jelas. Ketua Hiswanamigas Priangan Timur, Sigit Wahyu Nandika, menegaskan belum ada pengumuman resmi mengenai kenaikan harga BBM dari pihak berwenang.

"Isu kenaikan bahan bakar minyak sampai sekarang belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026. Kami meminta masyarakat menyikapi informasi dengan bijak dan informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Sigit, Selasa (31/3/2026).

Sigit mengingatkan masyarakat di Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut, dan Pangandaran untuk berhati-hati dalam menyikapi informasi, terutama yang bersumber dari media sosial, yang cenderung cepat menyebar namun belum tentu akurat. Ia menekankan informasi resmi mengenai harga BBM hanya bisa diakses melalui saluran resmi Pertamina.

"Di tengah kabar simpang siur, publik diminta tidak ikut memperkeruh keadaan dan dapatkan informasi valid hanya dari saluran resmi. Jangan sampai masyarakat ikut terseret arus isu yang belum tentu benar. Pertamina mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat menggunakan energi secara bijak, bukan panik berlebihan yang berujung antrean panjang di SPBU," jelasnya.

Senada, PT Pertamina Patra Niaga Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait harga per 1 April 2026.

"Bagi masyarakat, dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan stok BBM aman dan cukup untuk kebutuhan masyarakat, serta masyarakat diimbau untuk tidak panik buying menggunakan BBM sesuai kebutuhan," pungkas Susanto. (AD/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya