Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRI Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, sekaligus Perwakilan Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Alissa Wahid, menegaskan bahwa humor memiliki peran penting sebagai medium kritik dan refleksi sosial. Hal itu ia sampaikan merespons kasus laporan terhadap Komika Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea.
Menurutnya, kritik terhadap kehidupan yang semakin kompleks justru lebih mudah dipahami dan diterima apabila disampaikan melalui humor.
Alissa menilai humor bukan sekadar sarana hiburan, melainkan cara efektif untuk menyampaikan kritik kepada masyarakat maupun penguasa. Ia menyebut, jika humor mulai dilarang, maka ruang kritik yang lebih serius berpotensi semakin menyempit.
“Kalau kemudian humor itu justru sekarang dilarang, kita bisa membayangkan kritik yang lebih serius akan jauh lebih berat lagi dan tidak akan ada ruang,” ujar Alissa di Graha Pemuda, Jakarta, Selasa (13/1).
Ia menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk pengekangan kebebasan berpandangan, berpendapat, berkumpul, dan berserikat. Menurut Alissa, kebebasan berekspresi termasuk menyampaikan kritik melalui demonstrasi, komedi, maupun media sosial merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.
Alissa juga mengingatkan rakyat yang kritis bukanlah musuh negara. Sebaliknya, sikap kritis masyarakat merupakan modal utama bagi kemajuan bangsa. Ia menilai pelarangan kritik justru akan membawa Indonesia ke arah kemunduran.
“Kalau rakyatnya tidak boleh mengkritik, itu berarti Indonesia sebagai negara pasti akan segera mengalami kemunduran,” katanya.
Sebagai pengikut pemikiran Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Alissa menegaskan sikapnya menolak segala bentuk penindasan terhadap pihak-pihak yang menyampaikan pendapat, termasuk para komika. Ia menyebut, kebebasan berpendapat merupakan nilai yang secara konsisten diperjuangkan oleh Gus Dur.
Alissa kemudian mengingatkan humor legendaris Gus Dur pada masa Orde Baru tentang masyarakat Indonesia yang berobat ke dokter gigi di Singapura karena “bisa membuka mulut”. Menurutnya, humor tersebut menjadi kritik tajam terhadap situasi politik yang mengekang kebebasan berbicara saat itu.
“Jangan sampai di masa depan orang tidak boleh buka mulut lagi,” ujar Alissa.
Ia berharap kasus-kasus yang berpotensi membungkam kebebasan berekspresi tidak terulang, agar ruang kritik, termasuk melalui humor, tetap terjaga dalam kehidupan demokrasi Indonesia. (H-4)
Polda Metro Jaya akan periksa ahli terkait kasus dugaan penistaan agama Pandji Pragiwaksono dalam stand up comedy Mens Rea. Keterangan ahli dibutuhkan.
Usai pemeriksaan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026), Pandji Pragiwaksono menegaskan bahwa dirinya tidak merasa melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan.
Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak merasa berada pada posisi melakukan penistaan agama dalam show stand up comedy Mens Rea.
Komika Pandji Pragiwaksono menyatakan selalu membuka ruang dialog setelah menjalani pemeriksaan klarifikasi di Polda Metro Jaya, Jakarta,
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
KOMIKA Pandji Pragiwaksono dicecar 63 pertanyaan oleh penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat (6/2).
Putri Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, menegaskan humor punya posisi penting sebagai medium kritik dan refleksi sosial.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dilema kehadiran menterinya di lokasi bencana yang kerap dinilai serba salah, baik saat hadir langsung maupun ketika tidak berada di lapangan.
Kehadiran buku sejarah baru merupakan bagian penting dari upaya memperkaya literasi dan pemahaman masyarakat terhadap perjalanan bangsa Indonesia.
Keputusan UI menghadirkan Peter Berkowitz sebagai pembicara di acara PSAU Pascasarjana 2025 memicu kecaman luas dari mahasiswa dan publik.
Negara demokrasi tanpa kritik dapat membuka jalan menuju otoritarianisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved