Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Ini Makna di Balik Kunjungan Pertama Prabowo ke IKN

M Ilham Ramadhan Avisena
13/1/2026 18:13
Ini Makna di Balik Kunjungan Pertama Prabowo ke IKN
IKN.(Antara)

KUNJUNGAN Presiden Prabowo Subianto ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai menegaskan komitmen keberlanjutan pembangunan proyek strategis nasional tersebut, meski tidak masuk dalam daftar program prioritas utama pemerintahannya.

Pengamat politik dari Citra Institute Yusak Farchan menilai kehadiran Prabowo ke IKN bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah politik yang sarat pesan. Menurutnya, Prabowo ingin memastikan pembangunan IKN tetap berjalan sebagai bagian dari kesinambungan pemerintahan.

"Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN mempertegas adanya keberlanjutan pembangunan IKN," ujar Yusak saat dihububgi, Selasa (13/1).

Ia menilai, secara substansi kunjungan tersebut menunjukkan komitmen Prabowo untuk menjaga program yang telah dirintis oleh Presiden sebelumnya. Dalam konteks ini, IKN dipandang sebagai warisan pemerintahan Joko Widodo yang tidak ingin ditinggalkan begitu saja.

"Kunjungan Presiden ke IKN saya kira bukan sekadar formalitas, tetapi ingin memastikan keberlangsungan program yang menjadi legacy pendahulunya," kata Yusak.

Lebih jauh, Yusak melihat kunjungan tersebut juga memiliki makna politik yang penting, khususnya dalam merawat hubungan antara Prabowo dan Jokowi. Keberlanjutan pembangunan IKN dinilai menjadi salah satu simbol kesinambungan kepemimpinan nasional.

"Secara politik, kunjungan Presiden ke IKN juga menjadi bagian dari cara Prabowo merawat hubungan dengan Jokowi," ujarnya.

Selain faktor politik, kepastian pembangunan IKN juga dianggap krusial bagi dunia usaha dan investor. Menurut Yusak, kehadiran langsung Prabowo memberikan sinyal bahwa proyek IKN tetap diperhatikan di tengah berbagai keterbatasan fiskal.

"Kunjungan presiden menjadi penting karena investor juga butuh kepastian. Meskipun bukan menjadi program prioritas Prabowo, tetapi IKN tetap penting di mata Presiden," jelasnya.

Yusak menilai, dengan kondisi ruang fiskal yang relatif sempit, pemerintah kemungkinan besar akan mengambil pendekatan realistis dengan melanjutkan pembangunan IKN secara bertahap, bukan menghentikannya secara drastis.

"Di tengah ruang fiskal yang sempit, cara terbaik untuk melanjutkan pembangunan IKN adalah dengan menyelesaikannya secara bertahap," katanya.

Yusak juga menilai, membiarkan IKN mangkrak justru akan menimbulkan persoalan baru bagi Prabowo, baik secara politik maupun dalam relasi antarpemerintahan. Menurutnya, skenario mangkraknya IKN hampir dapat dipastikan tidak akan diambil.

"Saya kira Presiden tidak akan membiarkan IKN mangkrak. Kalau dibiarkan mangkrak total, justru akan menjadi beban politik Prabowo dan berpotensi merusak hubungan baik dengan Jokowi," pungkasnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik