Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Profil Pandji Pragiwaksono, Perintis Stand Up Comedy Indonesia yang Kini Dipolisikan

Cahya Mulyana
08/1/2026 22:30
Profil Pandji Pragiwaksono, Perintis Stand Up Comedy Indonesia yang Kini Dipolisikan
Pandji Pragiwaksono(Antara)

NAMA Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik dan perbincangan hangat di media sosial. Komika senior yang dikenal sebagai salah satu pelopor skena stand up comedy di Indonesia ini dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) ke Polda Metro Jaya pada awal Januari 2026.

Pelaporan tersebut dipicu oleh materi dalam pertunjukan spesialnya bertajuk 'Mens Rea' yang tayang di Netflix, di mana Pandji menyinggung isu sensitif mengenai pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada organisasi masyarakat (ormas) keagamaan.

Bagi sebagian publik, Pandji adalah simbol kebebasan berpendapat dalam komedi. Namun bagi pihak lain, materinya kerap dianggap melewati batas. Berikut adalah profil lengkap dan rekam jejak karier Pandji Pragiwaksono.

Biodata Singkat

Kategori Detail
Nama Lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo
Tempat, Tanggal Lahir Singapura, 18 Juni 1979
Pendidikan Desain Produk, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Profesi Komika, Aktor, Penulis, Sutradara, Penyiar Radio
Karya Spesial (Stand Up) Bhinneka Tunggal Tawa, Mesakke Bangsaku, Juru Bicara, Pragiwaksono, Wongsoyudo, Komedi Jadul, Mens Rea
Domisili Saat Ini New York, Amerika Serikat (Bolak-balik Jakarta)

 

Dari Penyiar Radio hingga "Godfather" Stand Up Indo

 

Pandji mengawali kariernya di dunia hiburan bukan sebagai pelawak, melainkan sebagai penyiar radio di Hard Rock FM Bandung dan kemudian Jakarta. Namanya mulai dikenal luas secara nasional ketika memandu acara realitas 'Kena Deh' di salah satu televisi swasta pada pertengahan 2000-an.

Namun, kontribusi terbesarnya bagi industri hiburan Tanah Air adalah saat ia bersama Raditya Dika dan beberapa rekan lainnya mempopulerkan format stand up comedy modern di Indonesia pada tahun 2011. Ia adalah salah satu pendiri komunitas Stand Up Indo, yang kini telah melahirkan ratusan komika sukses di seluruh nusantara.

Pandji dikenal sebagai komika pertama Indonesia yang berani menggelar tur dunia (World Tour) ke berbagai benua, membawa materi yang mengangkat isu-isu keindonesiaan, mulai dari politik, hak asasi manusia, hingga toleransi beragama.

Gaya Komedi dan Kritik Sosial

Berbeda dengan komika lain yang mungkin lebih banyak bermain di ranah observasi keseharian yang ringan, Pandji dikenal dengan gaya storytelling yang kuat dan materi yang tajam menyoroti isu sosial-politik.

Dalam setiap pertunjukan spesialnya, ia kerap membahas topik-topik yang dianggap tabu atau sensitif, seperti:

  • Isu minoritas dan mayoritas di Indonesia.
  • Kinerja pemerintah dan kebijakan publik.
  • Sikap ormas dan toleransi beragama.
  • Satire politik praktis.

Keberaniannya ini sering kali membelah opini publik. Penggemarnya menganggap Pandji sebagai sosok yang cerdas dan berani menyuarakan keresahan (voice of reason), sementara kritikusnya sering menilai materinya provokatif atau kurang sensitif terhadap konteks budaya tertentu.

Karier di New York dan "Mens Rea"

Dalam beberapa tahun terakhir, Pandji memutuskan untuk memulai karier dari nol di New York, Amerika Serikat, demi mengejar impian menjadi komika kelas dunia di kawah candradimuka komedi global. Pengalaman hidup di Amerika Serikat ini turut mewarnai materi-materi terbarunya, yang semakin lugas dalam memandang kondisi di Indonesia dari kacamata jarak jauh.

Pertunjukan 'Mens Rea' yang kini menjadi polemik adalah salah satu buah karyanya yang tayang di platform streaming global. Dalam istilah hukum, Mens Rea berarti "niat jahat" atau sikap batin pelaku pada saat melakukan tindak pidana. Judul ini seolah menjadi ironi ketika materi di dalamnya justru menyeretnya pada pencemaran nama baik ormas NU.

Kasus pelaporan ini menambah daftar panjang dinamika hubungan antara seni kritik komedi dan batasan hukum di Indonesia, sekaligus menjadi ujian terbaru bagi Pandji Pragiwaksono dalam berkarya.

(P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya