Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Akademisi Nilai BNN di Era Presiden Prabowo Utamakan Kolaborasi dan Perkuat Sinergi Antarinstansi

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 19:58
Akademisi Nilai BNN di Era Presiden Prabowo Utamakan Kolaborasi dan Perkuat Sinergi Antarinstansi
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol Suyudi Ario Seto menghadiri Kemah Kebangsaan Bersinar se-Jadetabek yang diikuti oleh 1.200 pelajar dan para guru Pembina di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, pada Sabtu (25/10).(MI/HO)

ARAHAN Presiden Prabowo Subianto agar jajaran pemerintahan meninggalkan ego sektoral mulai membuahkan hasil nyata. Badan Narkotika Nasional (BNN RI), di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, dinilai sukses menerjemahkan visi tersebut melalui penguatan sinergi lintas instansi dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi, mengapresiasi langkah BNN yang kini lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif. 

Menurutnya, strategi ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo dalam menjawab persoalan nasional yang kompleks secara kolektif.

"Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan secara konsisten menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral dan menghindari ego sektoral. Saya melihat BNN RI di bawah kepemimpinan Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sudah berada di jalur yang tepat dengan mengedepankan sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba," ujar Iswadi di Jakarta, Rabu (7/1).

Iswadi, yang juga menjabat Ketua Umum Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), menegaskan bahwa kejahatan narkotika adalah ancaman multidimensional. 

Karena melibatkan jaringan lintas negara, penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu lembaga saja.

"Pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama. Upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan satu lembaga. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, dunia usaha, akademisi, media, serta partisipasi aktif masyarakat," jelasnya.

Bukti Nyata di Lapangan

Implementasi kolaborasi ini terbukti efektif dalam sejumlah operasi besar. Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Para pelaku menggunakan modus baru dengan menyamarkan narkotika ke dalam liquid vape dan kemasan minuman energi.

Tidak hanya di pintu masuk negara, sinergi BNN dan Polri juga terlihat dalam operasi di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Operasi gabungan tersebut berhasil menyita 89 kilogram sabu serta puluhan senjata api, yang menjadi bukti nyata kekuatan koordinasi antaraparat penegak hukum.

Pencegahan Berbasis Komunitas

Di sisi preventif, BNN aktif merangkul berbagai elemen melalui program "Jaga Jakarta Tanpa Narkoba" dan kegiatan edukatif seperti Kemah Kebangsaan Bersinar di Cibubur. 

Kegiatan tersebut melibatkan tokoh seperti Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, Raffi Ahmad, untuk membentengi 1.200 pelajar dari bahaya narkoba.

Bagi Iswadi, keterbukaan BNN dalam menggandeng akademisi dan masyarakat mencerminkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berbasis pengetahuan.

"Semua ini membuktikan bahwa BNN RI telah mengimplementasikan arahan Presiden Prabowo untuk selalu mengedepankan kolaborasi dan meninggalkan ego sektoral dalam menghadapi persoalan bangsa," pungkas Iswadi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya