Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Teken LOI, BSKDN Kemendagri Optimalkan Penerapan Inovasi Daerah

Abdillah M Marzuqi
26/11/2025 06:37
Teken LOI, BSKDN Kemendagri Optimalkan Penerapan Inovasi Daerah
Penandatanganan LOI antara BSKDN Kemendagri dan BOLT Foundation(Dok.HO)

BADAN Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat langkah dalam mendukung optimalisasi penerapan inovasi daerah di seluruh Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan berbagai mitra, salah satunya bersama BOLT Foundation melalui penandatanganan Letter of Intent to Collaborate (LOI) di Command Center BSKDN pada Senin (24/11).

Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menjelaskan, kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen BSKDN dalam memperluas kolaborasi lintas sektor untuk mendorong peningkatan kinerja inovasi pemerintah daerah. Dalam sambutannya, Yusharto menegaskan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

“BSKDN mengelola sejumlah indeks yang menjadi tolok ukur kinerja pemerintah daerah, salah satunya Indeks Inovasi Daerah (IID). Melalui indeks tersebut, kami berhasil menghimpun sekitar 3.000 inovasi pada tahun 2018, dan jumlah itu terus meningkat setiap tahun. Hingga Agustus 2025, jumlah inovasi yang terlapor mencapai 36.742,” jelas Yusharto dalam keterangan tertulis.

Lebih lanjut Yusharto mengungkapkan, masih terdapat berbagai tantangan dalam upaya memperkuat ekosistem inovasi di daerah. Selain faktor kesadaran berinovasi, sejumlah daerah juga menghadapi keterbatasan infrastruktur dan platform pendukung yang memadai. Oleh karena itu, kolaborasi dengan mitra strategis diharapkan dapat mempercepat transformasi inovasi publik di tingkat lokal.

Program kolaboratif yang tertuang dalam LOI bertajuk “Program untuk Penguatan dan Optimalisasi Penerapan Inovasi Daerah di Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia”. Kerja sama ini mencakup pengembangan perangkat digital, platform, serta sistem pemantauan inovasi daerah. Kedua pihak juga akan bekerja sama dalam penyusunan evaluasi dan rekomendasi kebijakan, penelitian bersama, serta studi perbandingan praktik inovasi pemerintahan.

Selain itu, kolaborasi strategis ini juga menekankan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemerintah daerah melalui kegiatan pelatihan, lokakarya, serta pertukaran pengetahuan terkait inovasi sektor publik, tata kelola digital, dan pengembangan kebijakan berbasis bukti. 

"Melalui sinergi ini, diharapkan penerapan inovasi daerah semakin optimal dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja pemerintahan daerah di Indonesia," pungkasnya. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya