Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Cak Imin Sebut Pernyataan Prabowo Bahwa PKB Harus Diawasi Hanya Candaan Biasa

Basuki Eka Purnama
07/1/2026 05:21
Cak Imin Sebut Pernyataan Prabowo Bahwa PKB Harus Diawasi Hanya Candaan Biasa
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri), yang juga Ketua Umum PKB, menjawab pertanyaan wartawan saat dia ditemui selepas retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Padepokan Gar(ANTARA/HO-dokumentasi pribadi.)

MENTERI Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, menanggapi santai kelakar Presiden Prabowo Subianto yang menyebut partainya harus terus diawasi. Muhaimin meyakini tidak ada maksud terselubung di balik pernyataan tersebut selain sekadar gurauan di internal kabinet.

Momen unik ini terjadi dalam sesi pembuka retret jilid kedua Kabinet Merah Putih yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1). 

Saat menutup taklimat awal tahun 2026, Presiden Prabowo awalnya menegaskan bahwa koalisi partai pendukung pemerintah saat ini sangat kuat. Namun, suasana formal tersebut pecah ketika Presiden mulai melontarkan candaan yang mengarah pada PKB.

"Di sini koalisi kita kuat ya? Ketua-ketua partai semua ada di sini ya? Ada. Ketua PKB ada? Oh, kayak Pak PKB yang harus diawasi terus nih," ujar Prabowo seraya menutup sesi taklimat di hadapan jajaran menterinya.

Ditemui selepas acara, Selasa (6/1) malam, Muhaimin Iskandar langsung menepis anggapan bahwa pernyataan Presiden tersebut merupakan sinyal kekhawatiran terhadap manuver politik PKB. Ia menegaskan bahwa hubungan mereka dalam kondisi yang sangat cair.

"Ya (itu) bercanda, bercanda," kata pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut saat berjalan menuju kendaraannya.

Muhaimin juga membantah dengan tegas ketika ditanya apakah kelakar itu mengindikasikan adanya kecurigaan dari Presiden terhadap loyalitas PKB. 

Menurutnya, gaya bicara Prabowo yang spontan dan penuh seloroh adalah hal yang lumrah dalam pertemuan mereka.

"Nggak, nggak, nggak. Bercanda, begitu-begitu biasalah, sering begitu. Sering begitu, bercanda begitulah, gojlok’an begitu," tuturnya.

Lebih lanjut, Muhaimin memastikan bahwa tidak ada agenda atau manuver partainya yang mencurigakan sehingga memerlukan pengawasan khusus. "Nggak ada," singkatnya menekankan stabilitas posisi PKB di dalam pemerintahan.

Sebagaimana diketahui, dinamika antara Prabowo dan PKB sempat menjadi sorotan karena latar belakang kontestasi Pilpres 2024. Saat itu, PKB mengusung pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sebagai rival dari pasangan Prabowo-Gibran. Namun, pascapemilu, PKB bersama PKS dan NasDem memutuskan untuk bergabung ke dalam barisan pendukung pemerintah.

Kini, rekonsiliasi tersebut terlihat semakin solid dengan masuknya tokoh-tokoh partai tersebut ke dalam struktur Kabinet Merah Putih. Selain Muhaimin yang menduduki kursi Menko, terdapat pula representasi dari partai eks rival lainnya seperti Prof. Yassierli sebagai Menteri Ketenagakerjaan yang diusulkan oleh PKS. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya