Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) membantah tudingan bahwa dakwaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sistem Chromebook yang menjerat eks Mendikbudristek Nadiem Makarim cacat hukum. Korps Adhyaksa menjamin seluruh berkas yang telah dibacakan di persidangan memenuhi syarat formil dan materiil sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa penyusunan surat dakwaan telah melalui proses verifikasi yang ketat.
“Surat dakwaan yang diajukan telah memenuhi syarat wajib,” tegas Anang melalui keterangan tertulis, Selasa (6/1).
Anang memerinci, surat dakwaan terhadap Nadiem telah mencakup seluruh unsur krusial, mulai dari tanggal, identitas lengkap terdakwa, kecermatan penerapan pasal, hingga rincian waktu (tempus delicti) dan tempat kejadian (locus delicti).
Bukti Teruji
Selain kelengkapan berkas, Kejagung memastikan barang bukti yang dihadirkan dalam persidangan memiliki kekuatan hukum yang sah. Anang menyebutkan bahwa validitas alat bukti tersebut sejatinya telah melewati mekanisme uji hukum sebelum masuk ke meja hijau.
“JPU menyatakan bahwa hal tersebut sejatinya telah diuji secara hukum melalui proses praperadilan sebelumnya,” ucap Anang.
Sebagaimana diketahui, dalam proses praperadilan tersebut, hakim memutuskan memenangkan pihak Kejagung, sehingga proses hukum terhadap Nadiem dapat dilanjutkan ke tahap pembuktian di pengadilan.
Bantahan Nadiem
Di sisi lain, Nadiem Makarim melalui nota keberatan atau eksepsinya mengeklaim tidak terlibat dalam teknis pengadaan Chromebook. Ia bersikukuh bahwa proyek digitalisasi pendidikan tersebut tidak melibatkan peran menteri secara langsung.
Selain membantah keterlibatan dalam proyek, Nadiem juga menepis tuduhan JPU mengenai adanya aliran dana hasil rasuah ke kantong pribadinya. Ia mengeklaim seluruh kekayaan dan dana yang dimilikinya merupakan penghasilan sah dari sumber yang legal. (Can/P-2)
Nadiem Makarim menyatakan kecewa atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang menolak eksepsi dirinya dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Nadiem memasuki ruang sidang sekitar pukul 10.20 WIB setelah sebelumnya dicatat dua kali tidak hadir pada dua agenda sidang sebelumnya.
Kuasa hukum mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, Ari Yusuf Amir mengatakan kliennya hari ini siap menjalani persidangan meski masih dalam perawatan medis.
Ari Yusuf Amir menegaskan kehadiran Nadiem merupakan bentuk komitmen untuk mempercepat proses hukum dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim akan mendengar dakwaan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan sistem Chromebook, hari ini, 5 Januari 2026.
Fakta persidangan telah membuktikan nilai Rp 2,9 triliun bukanlah kerugian negara. Nilai itu adalah pembayaran Pertamina atas penyewaan tangki BBM milik PT OTM.
Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan review singkat atas persidangan dugaan rasuah pada pengadaan sistem Chromebook di Kemendikbudristek.
Tim kuasa hukum Martin Haendra Nata menegaskan bahwa seluruh tindakan kliennya dalam perkara tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina telah dijalankan sesuai prinsip GCG.
Anang mengajak masyarakat turut memantau semua proses RJ yang terjadi di Indonesia. Jika mengendus adanya transaksional, masyarakat diharap melapor.
Menurut Anang, perbedaan ini bukan masalah serius. Penyesuaian juga diyakini tidak akan lama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved