Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Hak Asasi Manusia harus Didorong Jadi Realitas Sehari-hari

Rahmatul Fajri
17/12/2025 10:50
Hak Asasi Manusia harus Didorong Jadi Realitas Sehari-hari
Ilustrasi(Antara)

Setiap tanggal 10 Desember, dunia memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia atau World Human Rights Day. Peringatan ini identik dengan momentum lahirnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR), sebuah dokumen bersejarah yang menegaskan hak-hak asasi manusia yang melekat pada setiap individu dan tidak dapat dicabut, tanpa memandang ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, pandangan politik, asal-usul kebangsaan atau sosial, status ekonomi, kelahiran, maupun status lainnya.

Deklarasi tersebut diproklamasikan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Paris pada 10 Desember 1948, dan untuk pertama kalinya menetapkan standar universal perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia fundamental bagi seluruh umat manusia.

Pada Hari HAM Sedunia 2025, PBB mengangkat tema Human Rights, Our Everyday Essentials atau Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Sehari-hari Kita. Tema ini dimaknai sebagai pengingat di tengah meningkatnya rasa tidak aman, ketidakpuasan, dan keterasingan yang dirasakan banyak orang di berbagai belahan dunia.

Menanggapi tema tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menilai bahwa pesan utama Hari HAM Sedunia 2025 adalah menegaskan kembali nilai-nilai hak asasi manusia serta menunjukkan bahwa HAM tetap menjadi kemenangan bagi kemanusiaan. Dengan menjembatani jarak antara prinsip HAM dan pengalaman hidup sehari-hari, PBB berupaya meningkatkan kesadaran publik sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai universal tersebut.

“Melalui kampanye ini, PBB ingin kembali melibatkan masyarakat dengan hak asasi manusia dengan menunjukkan bagaimana hak asasi manusia membentuk kehidupan kita sehari-hari, seringkali dengan cara yang mungkin tidak selalu kita sadari. Terlalu sering dianggap remeh atau abstrak, hak asasi manusia adalah hal-hal penting yang kita andalkan setiap hari," jelas Shofiyullah di Jakarta (10/12).

Ia menekankan bahwa peringatan Hari HAM Sedunia 2025 membawa pesan penting kepada publik bahwa hak asasi manusia bersifat positif. Menurutnya, HAM tidak hanya berfungsi sebagai alat perlindungan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, kebahagiaan, dan ketenangan dalam kehidupan sehari-hari. HAM bukan sekadar konsep abstrak, melainkan realitas yang hadir dan dirasakan.

“Hak asasi manusia terdapat dalam makanan yang kita makan, udara yang kita hirup, kata-kata yang kita ucapkan, peluang yang kita kejar, atau perlindungan yang menjaga kita tetap aman," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hak asasi manusia menjadi penting karena merupakan hak dasar yang dimiliki setiap orang dan menjadi landasan bersama yang menyatukan manusia di tengah perbedaan ras, gender, keyakinan, maupun latar belakang sosial. Di tengah dunia yang sarat ketidakpastian, HAM tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Ketika kondisi terasa tidak stabil, hak atas rasa aman, kebebasan berekspresi, serta partisipasi dalam pengambilan keputusan publik menjadi fondasi hidup bersama.

Hak asasi manusia, menurutnya, dapat diwujudkan mulai dari level individu melalui pilihan-pilihan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti memperlakukan sesama dengan hormat, menyuarakan ketidakadilan, serta mendengarkan mereka yang kerap terpinggirkan.

“Pilihan dan suara sehari-hari lebih penting daripada yang mungkin kita sadari, pilihan dan suara sehari-hari membangun budaya martabat dan keadilan di sekitar kita. Namun, hak asasi manusia juga bergantung pada aksi kolektif, ketika komunitas, gerakan, dan bangsa bersatu untuk menuntut keadilan dan kesetaraan,” tandas Shofiyullah. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik