Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Imigrasi Amankan Puluhan WN Tiongkok Terkait Insiden Kekerasan di Tambang Emas Ketapang

Devi Harahap
16/12/2025 14:33
Imigrasi Amankan Puluhan WN Tiongkok Terkait Insiden Kekerasan di Tambang Emas Ketapang
Imigrasi mengamankan WN Tiongkok.(MI/Devi Harahap)

KEMENTERIAN Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Imigrasi turun langsung menangani kasus dugaan penyerangan terhadap petugas pengamanan dan anggota TNI yang melibatkan warga negara (WN) Tiongkok di kawasan tambang emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengatakan tim dari pusat telah diterjunkan ke lokasi untuk berkoordinasi dengan aparat setempat. Penanganan dilakukan bersama Kantor Imigrasi Ketapang serta didukung unsur TNI dan Polri.

“Perkembangan penanganan yang ada di Ketapang, saat ini kami dari pusat sudah turun, tentunya dengan dibantu oleh imigrasi yang ada di Ketapang. Kami sudah langsung berkoordinasi dan mengamankan, dibantu juga oleh pihak Kodim, dan Pak Dandim juga sudah turun kemarin,” ujar Yuldi di Gedung Imigrasi pada Selasa (16/12).

Ia menjelaskan, koordinasi melibatkan berbagai unsur aparat penegak hukum.

“Pak Dandim, Pak Kapolres, Polsek setempat, kemudian ada juga dari Mabes TNI dan Kodam turut bergabung dalam penanganan ini,” katanya.

Yuldi menyebutkan, proses pendalaman atas dugaan tindak pidana yang terjadi akan dilakukan oleh Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.

“Rencananya akan dilakukan proses pendalaman oleh pihak Polda. Kami mendapatkan laporan dari bidang pengawasan dan penindakan keimigrasian di wilayah Kalimantan Barat,” ujarnya.

Terkait status para warga negara asing (WNA), Yuldi memastikan seluruh WNA yang terlibat telah diamankan.

“Untuk WNA-nya saat ini sudah diamankan dan dititipkan di kantor Imigrasi Ketapang. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait dokumen keimigrasian mereka,” kata dia.

Sementara itu, dugaan tindakan perusakan dan penyerangan yang dilakukan para WNA akan ditangani aparat kepolisian.

“Kegiatan perusakan yang dilakukan oleh WNA tersebut akan dilakukan pendalaman oleh pihak kepolisian, dalam hal ini kemungkinan oleh Polres,” ujarnya.

Imigrasi mencatat, hingga saat ini terdapat 26 WNA yang telah diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang. Namun, jumlah tersebut berpotensi bertambah.

“Sementara ini ada 26 WNA yang kami amankan. Jumlah itu bisa bertambah karena total yang berada di lokasi sebenarnya ada 34 orang,” tutur Yuldi.

Ia merinci, beberapa WNA tidak berada di lokasi saat pengamanan dilakukan.

“Ada dua orang yang sedang izin ke Pontianak untuk mengurus perpanjangan visa, satu orang sedang sakit dan menjalani pengobatan, serta tiga orang lainnya berada di penginapan di Tumbang Titik,” jelasnya.

Selain pemeriksaan terhadap WNA, Imigrasi juga akan menelusuri pihak yang bertanggung jawab mendatangkan para pekerja asing tersebut.

“Kami akan memverifikasi dan mengklarifikasi pihak sponsor yang mendatangkan WNA-WNA ini sebagai bagian dari proses pemeriksaan,” kata Yuldi.

Sebelumnya, insiden di kawasan tambang emas PT SRM diduga melibatkan 15 WN Tiongkok yang disebut menyerang petugas pengamanan dan anggota TNI dengan membawa senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum.

Kasus ini kini tengah ditangani aparat gabungan untuk memastikan aspek pidana maupun pelanggaran keimigrasian yang terjadi. (Dev/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik