Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan tujuh fakta baru terkait Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya yang terjerat kasus dugaan suap. KPK menyebut Ardito diduga menerima fee proyek hingga miliaran rupiah sebelum akhirnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT).
“Dari hasil penyelidikan, kami menemukan bukti yang kuat bahwa AW (Ardito Wijaya) meminta jatah 15 sampai 20 persen dari sejumlah proyek,” kata Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungky Hadipratikto, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (11/12).
KPK menyebut Ardito mematok fee 15-20 persen dari proyek-proyek di Lampung Tengah. Besaran fee itu terkait postur APBD 2025 yang mencapai Rp3,19 triliun.
“Dari anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program prioritas daerah,” ujar Mungky.
Ardito kemudian memerintahkan anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra (RHS), untuk mengatur pemenang pengadaan barang dan jasa melalui mekanisme penunjukan langsung di e-katalog.
Proyek tersebut, kata KPK, harus dimenangkan perusahaan keluarga dan tim sukses Ardito saat Pilkada.
“Pada periode Februari-November 2025, AW diduga menerima fee Rp5,25 miliar melalui RHS dan RNP, adiknya sendiri,” lanjut Mungky.
Selain itu, Ardito juga kembali meminta jatah pada proyek pengadaan alat kesehatan di Dinkes Lampung Tengah, yang diatur oleh Anton Wibowo (ANW), kerabat dekatnya. Dari proyek itu, Anton menerima Rp500 juta dari pihak swasta.
KPK menemukan sebagian besar uang suap itu dipakai untuk menutup utang kampanye.
“Dana operasional Bupati sebesar Rp500 juta. Kemudian Rp5,25 miliar digunakan untuk pelunasan pinjaman bank terkait kebutuhan kampanye Pilkada 2024,” ungkap Mungky.
Saat OTT, KPK mengamankan sejumlah barang bukti dari rumah Ardito dan rumah adiknya, Ranu Hari Prasetyo.
“Uang tunai sebesar Rp193 juta-Rp135 juta dari rumah AW dan Rp58 juta dari rumah RNP. Selain itu, logam mulia seberat 850 gram juga diamankan dari kediaman RNP,” jelas Mungky.
Momen mengejutkan terjadi ketika Ardito digiring menuju mobil tahanan usai ditetapkan tersangka. Ketika wartawan menanyakan tanggapannya, ia justru melontarkan godaan kepada seorang jurnalis perempuan.
“Kamu cantik hari ini,” ucap Ardito sembari tersenyum sebelum memasuki mobil tahanan, Kamis (11/12).
Setelah itu ia tidak memberikan komentar lain.
Hanya sehari sebelum penangkapannya, Ardito memberikan pidato Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) kepada ASN Pemkab Lampung Tengah.
“Pelayanan harus dimulai dengan keikhlasan dan kejujuran,” kata Ardito pada 9 Desember.
Ia bahkan berpesan agar ASN bekerja secara bersih dan jujur.
“Harapan saya, kita semua dapat menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat dengan bersih dan jujur,” pungkasnya.
Dalam video acara itu, Ardito tampak melepaskan burung merpati bersama ASN.
KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini:
Ardito Wijaya – Bupati Lampung Tengah
Riki Hendra Saputra – Anggota DPRD Lampung Tengah
Ranu Hari Prasetyo – Adik Bupati
Anton Wibowo – Plt Kepala Bapenda Lampung Tengah
Mohamad Lukman Sjamsuri – Direktur PT Elkaka Mandiri
“Seluruh tersangka langsung ditahan 20 hari, mulai 10 sampai 29 Desember 2025,” kata Mungky.
RHS dan MLS ditahan di Rutan KPK Merah Putih, sementara Ardito, Ranu, dan Anton ditahan di Rutan ACLC KPK.
KPK menyimpulkan total uang haram yang diterima Ardito mencapai Rp5,75 miliar. Uang itu digunakan untuk operasional bupati serta menutupi utang kampanye.
“Total aliran dana kurang lebih Rp5,75 miliar,” kata Mungky. (H-4)
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf minta aturan dana kampanye diatur dalam RUU Pemilu. Sebab kasus korupsi bupati lampung tengah Ardito Wijaya diduga gratifikasi untuk utang dana kampanye
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menggoda jurnalis saat ditanya soal kasus suap di KPK. Ia bersama empat orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya diduga memenangkan perusahaan keluarga dan tim sukses Pilkada 2024 dalam proyek pengadaan barang dan jasa.
KPK mengungkap Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menerima Rp5,75 miliar yang sebagian digunakan untuk melunasi pinjaman kampanye Pilkada 2024
KPK menyita 850 gram emas dan uang tunai Rp193 juta dari OTT yang melibatkan Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya dan adiknya.
Herdiansyah Hamzah menjelaskan modus yang digunakan pemerintah daerah terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wali Kota Madiun Maidi yaknifee proyek
Pukat UGM menilai OTT Wali Kota Madiun menunjukkan digitalisasi pengadaan belum mampu menutup celah korupsi selama praktik main mata masih terjadi.
Siapa Sudewo? Simak profil Bupati Pati yang dilantik pada 2025, lengkap dengan biodata, karier politik, dan perjalanan menuju kursi kepala daerah.
Isu OTT KPK di Pati menghebohkan publik. Bupati Pati Sudewo disebut ikut diperiksa terkait dugaan jual beli jabatan perangkat desa. Simak fakta dan klarifikasinya.
BPK menyoroti mekanisme pelaksanaan penjualan urea dan amonia yang dinilai tidak memenuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik
MUNCUL kabar bahwa Bupati Pati Sudewo dan sejumlah pejabat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus pengisian perangkat desa (perades) tahun 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved