Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah di Tengah Bencana Tidak Bisa Dibenarkan

Rahmatul Fajri
06/12/2025 08:07
Bupati Aceh Selatan Pergi Umrah di Tengah Bencana Tidak Bisa Dibenarkan
Warga melintas di dekat mobil warga yang terbawa arus banjir di Aceh.(ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah mempertanyakan sense of crisis dan moralitas pejabat dan elit politik saat bencana Sumatra melanda. Menurutnya, sejumlah langkah dan prilaku pejabat saat bencana Sumatra patut mendapatkan kritikan tajam.

Ia menyoroti Bupati Aceh Selatan Mirwan yang melakukan perjalanan umrah saat wilayahnya masih dalam penanganan banjir. Menurut Trubus, alasan Mirwan yang telah membantu warga dan kondisi banjir telah surut tak bisa dibenarkan. Ia mengatakan bagaimana pun Mirwan merupakan pemimpin di Aceh Selatan yang bersama warga saat bencana maupun saat pemulihan.

"Menurut saya dengan tetap berangkat umrah menunjukkan dia tidak bertanggung jawab. Dari sisi etika dan moralitasnya buruk. Suasana lagi berduka, ada bencana ini seperti melukai perasaan masyarakat. Tidak punya sense of crisis," kata Trubus kepada Media Indonesia, Jumat (5/12).

Trubus menilai Kementerian Dalam Negeri perlu mengambil langkah tegas terhadap Mirwan. Menurutnya, Mirwan harus mendapatkan sanksi tegas.

"Harus diberi sanksi berat, kalau bisa dinonaktifkan dalam jangka waktu lama. Alasannya untuk umrah juga tidak bisa dibenarkan karena kan sifatnya tidak wajib," katanya.

Selain Bupati Aceh Selatan, ia juga menyoroti anggota DPRD Padang Pariaman yang melakukan kunjungan kerja ke Sleman saat banjir melanda. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap konstituen.

"Padahal sebenarnya bisa dibatalkan. Lagi-lagi ini soal tidak adanya kepedulian kepada sesama di saat bencana. Tidak layak menjadi wakil rakyat," katanya.

Lebih lanjut, Trubus juga menyoroti soal elit politik yang menjadikan bencana sebagai tempat pencitraan. Ia mengambil contoh Menko Pangan Zulkifli Hasan yang memanggul beras saat meninjau korban bencana. Yang menjadi kritikan warga ialah Zulhas mengambil momentum untuk menaikkan citra diri yang berujung pada kritik publik.

"Saya lihat juga banyak pejabat dan elit politik menjadikan bencana sebagai tempat pencitraan. Membawa bantuan lalu direkam, diliput dan disebar ke media. Sedangkan kita bisa lihat influencer Ferry Irwandi yang menggalang dana sampai miliaran dan turun ke tempat bencana. Ga perlu koar-koar," katanya.(P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik