Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mendagri: Pemerintah Pusat Kaji Surat Permintaan Bantuan dari Aceh ke PBB

M Ilham Ramadhan Avisena
19/12/2025 14:43
Mendagri: Pemerintah Pusat Kaji Surat Permintaan Bantuan dari Aceh ke PBB
Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak yang ditunggangi mahout membersihkan puing kayu yang menutupi jalan dan permukiman warga akibat bencana alam di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh.(ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memberikan klarifikasi terkait surat dari Pemerintah Aceh yang ditujukan kepada UNDP dan UNICEF menyusul bencana di wilayah tersebut. Ia menegaskan, pemerintah pusat telah menelusuri asal-usul surat dan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan substansi serta kemungkinan tindak lanjutnya.

Tito menjelaskan, surat yang dipersoalkan telah diperiksa dan diketahui menggunakan tanda tangan elektronik. "Kami sudah mengecek yang UNDP dan UNICEF, berkomunikasi dengan pemerintah Aceh bahwa surat itu sudah kami baca dan juga ada tembusan ke Kemendagri. Surat itu ditandatangani barcode, jadi tanda tangan elektronik," kata dia dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jumat (19/12). 

Ia juga mengungkapkan, Gubernur Aceh menyatakan tidak mengetahui secara langsung pengiriman surat tersebut. Tito menduga surat itu dikirim oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh. 

Lebih jauh, dia menyampaikan, Kemendagri telah mengonfirmasi langsung kepada UNDP dan UNICEF terkait bentuk bantuan yang memungkinkan diberikan. Menurutnya, tanpa penetapan status tertentu di tingkat nasional, jenis bantuan yang paling realistis adalah dukungan psikososial.

"Yang paling mungkin kalau tidak diterapkan dalam status pencarian nasional adalah counselling, terutama untuk anak-anak dan wanita," ujar Tito.

Ia menambahkan, pemerintah masih akan membahas secara rinci skema bantuan tersebut. "Nah ini yang akan kita bicarakan dalam bentuk counselling yang bentuknya seperti apa, sebanyak apa, sebesar apa. Itu yang akan kita pertimbangkan," kata Tito. 

"Tapi itu kira-kira komunikasi sudah kami lakukan baik dengan pemerintahan Aceh maupun dengan UNDP dan UNICEF," pungkasnya. (Mir/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik