Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Prabowo Subianto ikut menyantap habis sepiring nasi goreng yang dimasak oleh prajurit TNI bersama ibu-ibu pengungsi di dapur umum posko pengungsian Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hari ini.
Di posko pengungsi, Presiden mendatangi dapur umum, yang juru masaknya sebagian besar merupakan prajurit TNI, dibantu oleh ibu-ibu pengungsi. Presiden kemudian mengecek menu santap pagi yang dimasak saat itu untuk para pengungsi, yaitu nasi goreng dan telur ceplok.
Presiden kemudian menghampiri para juru masak itu dan menyalami mereka, kemudian di area dapur yang lain, salah satu juru masak menyiapkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telor ceplok untuk disantap oleh Presiden.
"Ini nasi goreng karena saya yang dateng ya?" tanya Presiden kepada para juru masak.
Dalam sejumlah acara, Presiden menyebut nasi goreng merupakan makanan favoritnya.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang berdiri di dekat Presiden, kemudian bertanya rasa nasi goreng yang disantap oleh Presiden.
"Ini lumayan, enak," kata Presiden sambil memakan nasi goreng buatan dapur umum di pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Salareh Aia, Agam.
"Kok tahu saya belum makan pagi?" tanya Presiden kepada para prajurit juru masak.
"Siap!" jawab para prajurit itu kepada Presiden.
Beberapa wartawan yang mengikuti Presiden kemudian bertanya rasa nasi goreng yang disantap.
"Enak, lauknya telor ceplok," jawab Prabowo kepada para wartawan.
Presiden kemudian menyantap habis sepiring nasi goreng dan telor ceplok yang diberikan oleh para prajurit di dapur umum. "Terima kasih ya," kata Presiden kepada para prajurit.
Presiden Prabowo kemudian menyalami satu per satu prajurit yang memasak di dapur umum tersebut, dan menanyakan asal mereka satu per satu.
Selepas itu, Menhan Sjafrie kemudian menawarkan segelas kopi lokal untuk Presiden yang diseduh di dapur pengungsi. Presiden juga mencicipi minuman tersebut.
"Terima kasih, baik-baik ya semua," kata Presiden kepada para prajurit.
Di Salareh Aia, Kamis pagi, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri mengecek kondisi pengungsi. Setibanya di kompleks pengungsian, Presiden Prabowo menerima paparan mengenai pembangunan hunian sementara, yang saat Presiden datang, tengah dibangun oleh sejumlah prajurit TNI.
Presiden kemudian berkeliling area pengungsian, menyalami sejumlah warga yang berebut ingin bersalaman dengan Presiden. Presiden juga masuk ke dalam tenda "trauma healing" dan mengecek keadaan anak-anak.
Dalam kunjungannya itu, Presiden Prabowo didampingi oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Ant/P-1)
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
Dalam situasi bencana, komunikasi pemerintah menghadirkan negara secara emosional, selain menyampaikan data dan laporan administratif.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari hasil pendalaman sementara terdapat sejumlah kasus yang sudah dan masih diproses.
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat telah menelusuri asal-usul surat dan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan substansi serta kemungkinan tindak lanjutnya.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengingatkan agar penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh tidak diseret ke ruang politisasi.
Kunjungan maraton Presiden RI Prabowo Subianto ke tiga titik bencana di Aceh dalam satu hari menunjukkan sinyal pemerintah untuk mengutamakan warga terdampak.
Prabowo meminta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk menerbitkan surat berisi imbauan kepada seluruh bupati dan wali kota mengenai hal itu.
Presiden menyampaikan ketersediaan pangan menjadi syarat utama bagi keberlangsungan suatu bangsa karena tidak ada negara yang dapat bertahan tanpa kemandirian di bidang pangan.
Sejumlah media Israel mengabarkan bahwa Presiden Prabowo bakal mengunjungi negara itu. Namun, kabar tersebut ditegaskan tidak benar oleh Kementerian Luar Negeri.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved