Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Nusron Wahid Berharap Isu Pemakzulan Gus Yahya Cepat Berlalu

M Ilham Ramadhan Avisena
25/11/2025 07:45
Nusron Wahid Berharap Isu Pemakzulan Gus Yahya Cepat Berlalu
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf(Antara Foto)

MANTAN Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nusron Wahid berharap isu pemakzulan Ketua Umum atau Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya segera selesai.  

“Kita doakan semoga badai cepat berlalu, itu saja," ungkapnya usai rapat Pemanfaatan Lahan/Agraria di Kantor Kemenko PM, Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga ikut menanggapi. Cak Imin mengatakan, ia dan Nusron membahas tentang polemik PBNU usai rapat. 

"Saya sama Pak Nusron pasti setelah rapat resmi bicara tentang NU. Isinya apa, kita sepakat isinya rahasia," kata Cak Imin.

Sebelumnya, Gus Yahya menegaskan tidak ada niat untuk mundur dari jabatannya. Hal itu ia sampaikan merespons munculnya dinamika internal organisasi.

"Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh," kata Gus Yahya usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Minggu (23/11) dini hari. 

Gus Yahya juga mengklarifikasi bahwa hingga kini dirinya belum menerima surat resmi dalam bentuk apapun terkait isu-isu internal yang beredar. Termasuk dokumen yang beredar di khalayak mengenai risalah hasil rapat harian Syuriyah pada Kamis, 20 November 2025, yang memintanya untuk mundur dari jabatannya.

Ia menegaskan bahwa terkait dokumen yang beredar di media dan masyarakat harus kembali dicek keabsahannya. Seperti melalui bukti tanda tangan digital yang kerap digunakan untuk ihwal penandatanganan surat dalam organisasi tersebut.

Selain itu, Gus Yahya menyampaikan bahwa Syuriyah PBNU juga tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan jabatan ketua umum. Menurut dia, Majelis Syuriyah PBNU juga tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan siapa saja anggota organisasi yang memiliki jabatan struktural.

Ia berkomitmen untuk mencari jalan keluar yang terbaik demi kemaslahatan Nahdlatul Ulama dan bangsa. "Saya sudah menjalin komunikasi dengan jajaran Syuriyah. Saya berharap rekonsiliasi internal dapat segera diwujudkan bersama para kiai sepuh dan jajaran struktur terkait," kata Gus Yahya. (H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik