Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Riau Abdul Wahid diketahui telah tiba di Jakarta pada Selasa (4/11) pagi usai operasi tangkap tangan (OTT) oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di wilayah Riau pada Senin (3/11) siang.
Gubernur Riau Abdul Wahid diterbangkan bersama sembilan orang lainnya yang ditangkap oleh tim OTT KPK.
Berdasarkan informasi, rombongan Gubernur Riau Abdul Wahid dan sembilan orang lainnya diterbangkan dari Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan maskapai Citilink, dengan pengawalan ketat dari petugas KPK dan aparat kepolisian. Rombongan Abdul Wahid dikabarkan tiba di Bandara Sukarno Hatta sekitar pukul 08.00 WIB.
Dalam foto yang beredar, Gubernur Riau Abdul Wahid tampak hanya mengenakan baju kaos oblong putih, celana hitam, dan memakai masker. Abdul Wahid berada di bagian tengah rombongan dengan posisi tangan di belakang bersama petugas polisi berseragam serta sejumlah orang yang diduga tim KPK.
Sejauh ini masih belum ada keterangan lebih lanjut dari KPK terkait kedatangan Gubernur Riau Abdul Wahid dan rombongan OTT di Jakarta.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi senyap di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau pada Senin (3/11) siang.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan, kegiatan tangkap tangan tersebut namun belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai,” ujarnya.
Kegiatan OTT KPK di Riau diduga terkait dengan praktik korupsi di lingkungan Dinas PUPR Riau.
Dari informasi diketahui selain Gubernur Riau Abdul Wahid, KPK dikabarkan juga membawa Kepala Dinas PUPR Riau Muhammad Arif Setiawan. Kemudian lima Kepala UPT PUPR dari Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, dan Indragiri Hulu. Lalu supir Kepala Dinas, dan dua pengusaha rekanan proyek.
Selain itu, KPK juga turut menyita sejumlah uang tunai sebagai barang bukti perkara. Adapun pemeriksaan lebih lanjut oleh KPK terkait OTT di Riau akan dilakukan di Markas KPK di Jakarta.(H-2)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Abdul Wahid dan delapan orang lain yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua DPR RI Puan Maharani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memeriksa Gubernur Riau Abdul Wahid dan delapan orang lain yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua DPR RI Puan Maharani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua MPR RI Ahmad Muzani merespons soal Gubernur Riau Abdul Wahid yang kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Juru bicara KPK Budi Prasetyo menyebut status hukum mereka dibeberkan melalui konferensi pers. Masyarakat diharap bersabar.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Kamis (6/11), menggeledah rumah dinas Gubernur Riau Abdul Wahid
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) menerima total Rp2,25 miliar dari praktik pemerasan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) diduga menggunakan uang dari praktik pemerasan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau
KPK tengah mendalami dugaan pemerasan yang dilakukan Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) kepada sejumlah dinas selain PUPRPKPP di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
KPK menduga Gubernur Riau Abdul Wahid (AW) sempat menaruh curiga saat hendak disergap dalam operasit angkap tangan (OTT) di Riau. Ia kemudian bersembunyi di sebuah kafe.
KPK mengungkapkan, dari operasi tangkap tangan atau OTT Gubernur Riau Abdul Wahid, penyidik telah menyita uang senilai Rp1,6 miliar yang diduga merupakan jatah preman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved