Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia menyoroti lemahnya pengawasan lembaga pemasyarakatan (Lapas) terhadap peredaran narkoba di dalam tembok penjara. Ia menegaskan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpinas) harus menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas jaringan narkotika yang selama ini menjadikan Lapas sebagai “pusat operasi” peredaran barang haram tersebut.
“Sudah bukan rahasia umum, Lapas dari dulu dikenal sebagai ruang operasi jaringan pengedar narkoba. Sekarang Lapas harus menunjukkan keseriusannya mendukung program Presiden Prabowo yang sejak awal menegaskan komitmen pemberantasan korupsi dan narkoba,” kata Meity Rahmatia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/10).
Pernyataan Meity muncul setelah publik diguncang kasus artis Ammar Zoni yang kembali tersandung narkoba, kali ini diduga terlibat dalam jaringan pengedaran di Lapas Salemba, Jakarta Pusat. Kasus tersebut menambah panjang daftar penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas yang seharusnya menjadi tempat pembinaan, bukan pusat transaksi gelap.
Selain itu, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai pemberantasan narkoba di dalam Lapas tidak cukup berhenti pada penangkapan individu. Ia menuntut transparansi penuh dan pembongkaran jaringan hingga ke akar, termasuk jika melibatkan aparat di internal Lapas sendiri.
“Saya mengapresiasi kinerja Lapas, tapi jangan berhenti di permukaan. Dengan siapa pelaku membawa dan mengedarkan narkoba di dalam Lapas? Tentu tidak sendiri. Pasti ada jaringan, termasuk kemungkinan oknum petugas. Ini yang harus dibongkar tuntas,” tegasnya.
Meity juga mengingatkan bahwa komitmen pemberantasan narkoba bukan sekadar jargon politik, tetapi ukuran keberanian institusi negara menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
“Kalau pemerintah ingin publik percaya, maka bersihkan dulu rumah sendiri. Jangan tutupi oknum, karena di situlah akar masalahnya,” tegasnya.
Sebelumnya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang terlibat.
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pelayanan Publik Ditjenpas, Rika Aprianti, menyebut pengungkapan kasus Ammar Zoni merupakan hasil deteksi dini yang dilakukan pihaknya.
“Kasus ini adalah hasil dari sistem deteksi dini kami. Kami berkomitmen untuk menegakkan program zero narkoba di seluruh Lapas, tanpa pandang bulu,” ujarnya. (Dev/P-3)
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Anggota Komisi VII DPR RI Samuel Wattimena menyoroti belum optimalnya penyerapan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Abdullah juga mengaitkan temuan ini dengan aksi KPK sebelumnya yang menjaring pegawai Bea Cukai di Jakarta dan Lampung terkait kasus dugaan korupsi importasi.
Panitia Kerja (Panja) Lingkungan Hidup Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Onshore Processing Facility (OPF) Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN SAKA) di Gresik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved