Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI IX DPR RI minta pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) guna memperkuat landasan hukum pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyarankan agar ada pemisahan antara regulator dan eksekutor program tersebut.
“Keputusan yang diambil Komisi IX dalam rapat dengar pendapat adalah meminta BGN, BPOM, dan Kementerian Kesehatan agar pemerintah segera mengeluarkan Perpres,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Irma menegaskan bahwa tanpa Perpres, pelaksanaan program berisiko lemah karena terbentur kewenangan otonomi daerah.
“Kenapa harus ada payung hukum? Karena sekarang BGN ini lintas wilayah pusat dan daerah, sementara daerah itu punya otonomi. Menteri tidak bisa mengintervensi langsung dinas-dinas di daerah tanpa ada payung hukum,” ujar Irma
Menurut Irma, pemerintah daerah harus dilibatkan aktif dalam mendukung pelaksanaan BGN, termasuk instansi terkait dari berbagai sektor.
“Pemerintah daerah itu harus dilibatkan. Kementerian Kesehatan dengan dinas-dinas kesehatan di bawahnya, Kementerian Pendidikan bersama para guru, lalu BPOM dengan lokal POM dan seluruh jajarannya, semua harus turun,” ucapnya.
Irma juga menilai bahwa ketiadaan dasar hukum akan membuat proses pelaksanaan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Kalau tidak ada payung hukumnya, maka semua tahapan proses yang harus dilalui tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan, dan tidak ada juga yang bisa bertanggung jawab. Maka itu yang harus dikejar lebih dulu,” jelasnya.
Lebih jauh, Politisi NasDem itu menekankan bahwa Perpres tersebut harus memuat penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas, termasuk perbaikan desain kelembagaan penyelenggara Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Dalam Perpres harus dipertegas, yang saya lihat penting adalah penguatan pengawasan dan akuntabilitas. Saya setuju harus ada perbaikan desain kelembagaan, dengan memisahkan peran regulasi, regulator, dan eksekutor,” pungkasnya. (H-4)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved