Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Kesaktian Pancasila 2025 tak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum kebangkitan semangat generasi muda. Dengan lantang, mereka menyerukan gerakan Jaga Indonesia sebagai wujud komitmen menjaga bangsa dari berbagai ancaman disintegrasi, Rabu (1/25)
Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh setiap 1 Oktober selalu menjadi pengingat pentingnya ideologi bangsa. Bagi generasi muda, momen ini tidak hanya sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi ajakan untuk menatap masa depan bangsa. Koorpresnas Koalisi Indonesia Muda Onky Fachrur Rozie menekankan pentingnya partisipasi pemuda dalam dinamika kebangsaan.
“Keterlibatan anak muda tidak boleh berhenti. Kita harus berani mengajukan gagasan yang jelas dan jangan menjadi silent majority agar bangsa ini tidak mudah di adu domba oleh penumpang gelap yang haus kekuasaan dan ujaran kebencian yang menciptakan ketakutan ” ujarnya, dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (1/10).
Dalam kesempatan yang sama Staf Khusus Menteri Agama RI sekaligus Founder The IDE Indonesia Gugun Gumilar mengingatkan pentingnya memahami geopolitik sebagai kunci menjaga Indonesia.
“Kalau bicara menjaga bangsa, kita tidak bisa buta pada dinamika dunia. Pemuda harus paham geopolitik nasional maupun internasional agar tidak mudah diperalat isu-isu global yang bisa memecah belah. Menjaga Indonesia bukan hanya soal retorika, tetapi juga kecerdasan membaca situasi global. Generasi muda dituntut tidak hanya bersemangat, tetapi juga strategis." ucap Gugun.
Dalam forum tersebut, Makmun Rasyid dari Center for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR) menyoroti fenomena hoaks yang semakin masif. Menurutnya, penyebaran informasi palsu menjadi salah satu instrumen yang sengaja digunakan untuk melemahkan persatuan.
“Pancasila memang sakti, tetapi kita sebagai bangsa belum sepenuhnya sakti. Masih ada upaya infiltrasi dan provokasi yang mencoba menggerus persatuan. Hoaks bukan hanya menyesatkan, tapi juga memecah belah, membuat masyarakat saling curiga bahkan saling bermusuhan dan mengadu domba antara aparat dan rakyat” ungkapnya.
Suara lantang generasi muda dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat: menjaga Indonesia bukan hanya tentang mengenang masa lalu, melainkan menyiapkan masa depan yang lebih kuat.
Bertempat di Aula Istiqlal dan Terowongan Silaturahim diikuti oleh sejumlah Organisasi dan NGO seperti The IDE Indonesia, Partisipasi Corak Kebangsaan, Center for Indonesian Strategic Resolutuon (CICSR), Koalisi Indonesia Anti Korupsi, Gerakan Indonesia Cerah, Centrum Muda Proaktif (KOSASI) , Koalisi Indonesia Muda, Arus Informasi Santri Nusantara, dan MoRagister. (Cah/P-3)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved