Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, menjelaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia merupakan langkah strategis untuk kepentingan bangsa dalam jangka panjang, meskipun masih terdapat sejumlah kendala teknis di lapangan.
“Dalam program MBG yang dilaksanakan secara masif di negara dengan wilayah luas dan penduduk yang banyak, tentu tidak mudah. Pasti ada satu-dua problem,” kata Pigai dalam konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Rabu (1/10).
Pigai mengatakan pihaknya telah turun ke 30 daerah untuk memastikan pelaksanaan MBG di lapangan. Menurutnya, ada dua persoalan utama yang dihadapi saat ini.
“Pertama, soal pelaksana, produksi, dan distribusi. Kedua, kurangnya pengawasan di titik-titik tertentu. Misalnya, masih ada kekurangan keterampilan memasak, penyimpanan bahan baku, hingga lemahnya pengawasan,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan program MBG adalah investasi jangka panjang bagi Indonesia sehingga harus terus didukung dan bila terjadi kekurangan harus ada evaluasi bersama.
“Saya meyakini program ini diluncurkan untuk kepentingan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang, mungkin 20 tahun ke depan, 50 tahun, bahkan 100 tahun. Jadi jangan bilang program ini tidak bagus hanya karena ada kendala di lapangan,” tegasnya.
Pigai juga menyinggung adanya kesalahan cara pandang masyarakat terhadap kendala yang muncul. Ia merujuk pada teori hukum pareto yang menyebut satu kesalahan dapat merusak keseluruhan sistem.
“Kalau homogen, satu kesalahan bisa menyebabkan seluruhnya dianggap gagal. Tapi dalam konteks MBG, pelaksanaannya (homogen) berbeda-beda, supplier makanan berbeda-beda, produsen berbeda, pengawasan juga berbeda. Jadi, sebuah kasus di satu tempat tidak bisa mewakili seluruh program,” ujarnya.
Menurut Pigai, penting bagi semua pihak untuk melihat program MBG secara lebih proporsional.
“Bahwa ada hal-hal yang perlu kita kontrol dan awasi, iya. Tapi jangan sampai sebuah insiden kecil dijadikan dasar untuk menilai program ini buruk. Faktanya, mayoritas berjalan baik,” tukasnya.
Lebih lanjut, Pigai menegaskan bahwa timnya menemukan bahwa pelaksanaan MBG telah membawa banyak manfaat bagi generasi muda. Salah satunya adalah meningkatnya semangat anak-anak untuk hadir ke sekolah.
“Kami menemukan semangat anak-anak untuk hadir di sekolah semakin tumbuh. Bahkan ada yang dalam kondisi kurang sehat tetap datang ke sekolah demi bisa makan bersama teman-temannya,” ungkap Pigai.
Ia menambahkan, manfaat program ini juga terlihat dari perubahan perilaku siswa di kelas.
“Makan bergizi ini membuat anak-anak semakin fokus dan bersemangat mengikuti pelajaran, tidak ngantuk lagi. Selain itu, mereka juga dilatih untuk mandiri, saling membantu, dan membiasakan disiplin diri melalui budaya antre,” katanya.
Pigai menekankan nilai sosial yang muncul dari program ini. Ia menyebut kebersamaan anak-anak yang kini terbiasa berdoa sebelum makan sebagai pengalaman baru yang berharga.
“Sejak ada program ini, timbul semangat kebersamaan anak-anak. Mereka berdoa bersama sebelum makan, lalu menikmati hidangan bersama. Ini pengalaman baru dalam hidup mereka,” ujarnya. (Dev/M-3)
Manajemen sekolah MAN 1 (Madrasah Aliyah Negeri 1) Pidie, memanfaatkan MBG (Makanan Bergizi Gratis) untuk disalurkan ke lokasi banjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
Jangan menyusun menu yang itu-itu saja. Karena pemakaian terus-menerus dalam jumlah banyak bisa memicu lonjakan harga.
Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polres Brebes, Polda Jawa Tengah (Jateng), terus meningkatkan pengawasan kualitas pangan melalui kegiatan uji keamanan pangan (food security test).
Pantauan di lapangan, yang masih menjalani perawatan di RSUD Lubuk Basung sebanyak tiga siswa, satu guru dan satu wali murid
Edo meminta agar seluruh proses pengelolaan dan penyajian makanan harus diawasi secara ketat oleh Dinas Kesehatan dan instansi terkait agar kualitas dan kebersihan makanan selalu terjaga
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved