Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo Jati, menilai langkah cepat DPR menghapus sejumlah tunjangan dan fasilitas bagi anggota sebagai bentuk respons terhadap desakan publik patut diapresiasi.
Namun, ia menekankan bahwa keputusan itu masih belum menyentuh akar persoalan.
“Langkah responsif DPR perlu diapresiasi meskipun itu belum menyeluruh. Akan lebih baik juga kalau partai politik turut mengambil langkah serupa dengan melakukan evaluasi internal,” ujar Wasisto kepada Media Indonesia, Senin (8/9).
Ia menilai, apresiasi publik tidak akan cukup jika DPR tidak membuka ruang pengawalan lebih luas. Menurutnya, bentuk pengawalan dapat dilakukan dengan menghadirkan saluran partisipasi interaktif bagi masyarakat.
“Misalnya, info kontak dan alamat surat elektronik tiap anggota dewan per fraksi yang bisa dihubungi, disiarkan di kanal resmi DPR, baik website maupun media sosial,” jelasnya.
Wasisto juga menegaskan perlunya DPR, baik sebagai institusi maupun individu legislator, bersikap lebih komunikatif terhadap publik.
Rencana kerja dan program legislasi yang akan disusun harus dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat mengetahui arah kebijakan yang sedang dibahas.
“Transparansi dan partisipasi publik menjadi kunci agar setiap produk undang-undang maupun kebijakan yang dihasilkan benar-benar merepresentasikan kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.
Menurut Wasisto, momentum respons cepat DPR ini seharusnya dijadikan pijakan untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap parlemen.
“Publik tidak hanya ingin DPR memangkas tunjangan, tetapi juga memastikan akuntabilitas kerja legislator berjalan nyata,” pungkasnya. (H-3)
Hambatan utama pengesahan RUU ini selama ini adalah kekhawatiran akan tumpang tindih dengan undang-undang sektoral lainnya.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
anggota dpr Nyoman Parta, berharap masyarakat Bali mulai menjauhkan diri dari praktik rasisme yang kerap diarahkan kepada warga pendatang.
Sufmi Dasco Ahmad mendesak percepatan izin Bea Cukai untuk bantuan diaspora Aceh di Malaysia yang tertahan di Port Klang agar segera disalurkan ke korban bencana Sumatra.
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
SERANGKAIAN aksi demonstrasi di berbagai daerah akhirnya mengerucut dalam apa yang disebut 17+8 tuntutan rakyat.
Momentum ini bisa digunakan oleh juga oleh Presiden sebagai entry point mengevaluasi tunjangan para Menteri dan Wamen.
Deddy Sitorus yang merupakan Anggota Komisi II DPR disorot publik karena pernyataannya yang membedakan antara pejabat dan rakyat jelata.
PARTAI Demokrat mendorong dilakukannya evaluasi atas tunjangan anggota DPR. Itu selaras dengan tuntutan massa dalam unjuk rasa beberapa hari. Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Demokrat DPR
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved