Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) RI menyoroti fenomena yang memprihatinkan terkait meningkatnya keterlibatan perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam jaringan peredaran gelap narkotika.
Kepala BNN RI Komjen Marthinus Hukom mengatakan bahwa fenomena ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi yang kompleks.
"Ini tentu sangat ironis, karena mereka adalah sosok ibu yang seharusnya menjadi pilar moral dan pelindung generasi penerus bangsa," kata Marthinus dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025 di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (26/6).
Menurut data BNN dalam beberapa tahun terakhir, proporsi perempuan yang terlibat dalam kasus narkoba mencapai 5 hingga 10%. Artinya, dari setiap 100 tersangka, terdapat sekitar 5 hingga 10 perempuan yang terjerat dalam sindikat narkotika.
Peran mereka pun tak lagi hanya sebagai pengguna, melainkan juga sebagai kurir lintas provinsi, lintas pulau, bahkan lintas negara.
Menurutnya Marthinus, fenomena itu diakibatkan oleh faktor kondisi dan tuntutan ekonomi keluarga. Sehingga, sejumlah perempuan secara sukarela mengambil jalan pintas melibatkan diri dalam sindikasi kejahatan narkoba.
"Kondisi ekonomi yang sulit membuat sejumlah perempuan mengambil jalan pintas dengan menjadi bagian dari jaringan narkoba, ini sangat ironis," ujarnya.
Oleh karena itu, untuk menghadapi fenomena yang memprihatinkan tersebut, Marthinus mengatakan, perlu adanya langkah kolaboratif dalam rangka menjaga dan melindungi harkat dan martabat kaum perempuan Indonesia sebagai ibu dari anak-anak generasi penerus bangsa.
Pihaknya tidak hanya akan fokus pada pendekatan dan penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan pemberdayaan. Salah satunya adalah dengan mendorong langkah-langkah afirmatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan moral perempuan Indonesia.
"Perempuan adalah tiang negara. Bila mereka runtuh, maka akan goyah pula generasi bangsa ke depan. Maka dari itu, upaya pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan peran mereka dalam keluarga, serta edukasi tentang bahaya narkoba menjadi sangat penting," tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga dunia kerja, untuk membangun sistem kewaspadaan dini terhadap ancaman narkoba.
"Kesadaran kolektif dinilai krusial dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba, sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," tuturnya.
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
SATUAN Reserse Narkoba Polresta Palu menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat lebih dari 3 kilo gram di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Selasa (5/8) pukul 18.20 WITA.
PEREDARAN narkoba kini banyak menargetkan perempuan ataupun ibu rumah tangga sebagai kurir narkoba. Perempuan kerap menjadi sasaran sindikat narkoba karena rentan secara sosial dan ekonomi.
Setelah dipastikan tersangka membawa sabu, anggota langsung melakukan penangkapan.
POLISI mengungkap M Usman (23), kurir 11 kilogram sabu dari Sumatra Utara yang diselundupkan dalam mobil sedan Toyota Camry ternyata seorang disk jockey (DJ) yang sedang sepi job.
Dari hasil operasi tersebut, polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti narkoba yang kemudian dimusnahkan hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved