Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan korupsi di Lingkungan Pemerintah Kota Semarang segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan perkara ke pengadilan tersebut.
Pemantauan Media Indonesian Senin (14/4) kasus dugaan korupsi di pemerintahan Kota Semarang masih menjadi sorotan publik, setelah KPK melakukan serangkaian pemeriksaan saksi, penggeledahan dan penerapan tersangka serta dilanjutkan penahanan terhadap empat orang tersangka.
Keempat tersangka yang kini ditahan di Rutan KPK yakni mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya merupakan mantan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah Alwin Basri, Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Kota Semarang Martono serta Direktur Utama PT Deka Sari Perkasa Rachmat Utama Djangkar.
Dalam perkembangan berikutnya, jaksa penuntut umum di lembaga antirasuah juga telah melimpahkan kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut ke Pengadilan Tipikor Semarang pada Kamis (10/4) lalu, sehingga diperkirakan dajam waktu tidak lama lagi persidangan segera digelar
"Benar kami sudah menerima berkas perkara kasus korupsi di Pemkot Semarang dengan empat tersangka," kata Juru Bicara Pengadilan Tipikor Semarang Haruno Patriadi Senin (14/4).
Setelah menerima pelimpahan kasus tersebut, lanjut Haruno Patriadi, maka Pengadilan Tipikor Semarang segera menunjuk majelis hakim yang menyidangkan kasus ini dan menyusun adwal sidang yang bakal digelar selanjutnya. "Masih disusun jadwal persidangannya, tunggu saja karena diperkirakan tidak lama lagi," imbuhnya.
Ditanya tentang berkas perkara kasus korupsi di Pemkot Semarang itu, Haruno Patriadi mengatakan bahwa berkas perkara dugaan korupsi di Pemkot Semarang diterima Pengadilan Tipikor Semarang terbagi dalam tiga berkas perkara yakni mantan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya Alwin Basri, mantan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam satu berkas.
Sedangkan dua berkas lainnya, ungkap Haruno Patriadi, merupakan pihak pemberi suap yakni atas nama Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Kota Semarang Martono dan Direktur Utama PT Deka Sari Perkasa Rachmat Utama Djangkar.
Sementara itu kasus dugaan korupsi di Kota Semarang pada awalnya dipandang cukup alot, karena setelah penetapan tersangka dan dilakukan penahanan terhadap dua tersangka Martono dan Rachmat Utama Djangkar, KPK cukup oana tidak menahan tersangka lain yakni Hevearita Gunaryanti Rahayu dan suaminya Alwin Basri.
Bahkan tersangka dugaan korupsi hingga Rp6,1 miliar yakni mantan Wali Kota Semarang dan mantan Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah sempat melakukan perlawanan dengan mengajukan pra-peradilan dan beberapa kali absen memenuhi panggilan pemeriksaan lembaga antirasuah tersebut.(H-2)
Asep menjelaskan salah satu tugas dari Tim 8 adalah menghubungi para kepala desa di wilayah masing-masing untuk mengumpulkan uang dari para calon perangkat desa.
Menanggapi pertanyaan agar kasus serupa tidak terulang, Tito menekankan bahwa menjadi kepala daerah berarti siap bekerja sepenuhnya untuk rakyat.
OTT yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah dinilai mencerminkan persoalan struktural dalam sistem pemerintahan daerah.
Pukat UGM menilai OTT Wali Kota Madiun menunjukkan digitalisasi pengadaan belum mampu menutup celah korupsi selama praktik main mata masih terjadi.
KPK mengembangkan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA).
Polres Metro Depok pada 2018 telah melakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa sejumlah pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved