Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dengan menampung aspirasi, ide, dan pikiran generasi muda. Hal tersebut disampaikan Ibas dalam acara DPR Connect dengan topik “DPR dan Generasi Muda Kolaborasi untuk Perubahan” kolaborasi DPR RI dengan Harian Kompas (12/2).
Acara dibuka oleh Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. Hadir pula Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, Ketua BAM DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan, Ketua BURT Rizki Aulia Rahman Natakusumah, Director Blue Ocean Strategy Fellowship Indra Dwi Prasetyo, dan Pimpinan Redaksi Kompas Sutta Dharamasaputra. Diikuti oleh mahasiswa, Kompas Muda, Indonesian Next Leader (IDNL) dan influencer.
“DPR mewakili rakyat, DPR menjadi pengawal aspirasi rakyat, DPR memperjuangkan aspirasi rakyat. Itulah cara kita berterima kasih kepada rakyat. Suara DPR adalah suara rakyat, puas tidak puas, cukup atau tidak cukup, rakyat harus terus didengar. Rakyat harus lebih sejahtera,” ujar Ibas, Rabu (12/2).
Ibas juga menyoroti bahwa dunia saat ini bukan hanya bergerak lebih cepat, tetapi juga menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. “Zaman yang penuh tantangan baru, terutama bagi generasi muda,” ujar Ibas.
Perkembangan teknologi memunculkan seperti AI, deepseek, robot, otomasi. Ketidakpastian ekonomi seperti perang dagang, perang tarif, dan efisiensi, fintech, crypto. “Begitu juga dengan perubahan iklim dan lingkungan. Adanya bencana, kualitas udara, air. Isu kesehatan mental, tingkat setress, dan mood disorder. Ada lagi ketimpangan sosial dan identitas. Gap sosial ekonomi yang tinggi, fasilitas umum,” jelas Ibas.
Ibas mengajak generasi muda untuk tidak takut menghadapi masa depan. “Namun, seperti pepatah dibalik sebuah tantangan ada sebuah peluang. Tantangan bukanlah halangan, peluang adalah kesempatan untuk kita membuktikanya, menjadi lebih baik dari hari kemarin. Bersama, tidak sendiri, tapi bersama-sama.”
Ibas berharap DPR Connect ini bisa menjadi solusi. “Saya berharap DPR Connect ini bisa menjadi jembatan kita dalam komunikasi, jembatan kita dalam kolaborasi, dan tempat kita dalam berkarya untuk ciptakan perubahan, menjadikan kemajuan yang berarti,” harap Ibas.
“Dengan ini juga, DPR Connect dapat mendorong kemandirian pangan, kemandirian energi, kemandirian teknologi dan inovasi, dan pelestarian lingkunga,” ungkap Ibas. (P-5)
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Merujuk pada pembahasan di Sidang Paripurna DPR RI baru-baru ini, Ibas menegaskan bahwa Polri harus terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional dan humanis.
Negara wajib hadir untuk menjamin pelayanan kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Negara harus hadir di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia.
Negara yang ekonominya kuat, kata dia, akan mampu menghadirkan lebih banyak program pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ibas juga menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif. Ia memastikan Fraksi Partai Demokrat akan terus memperjuangkan beasiswa.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved