Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Kepolisian di Institute for Security and Strategic Studies, Bambang Rukminto mengatakan kepolisian harus membuat skala prioritas dalam merespons berbagai aduan kasus kejahatan yang terjadi. Hal itu dinilai sebagai bentuk responsif agar tak hanya menangani kasus setelah terjadi tekanan massa di media sosial alias viral, hingga muncul tagline No Viral No Justice.
“Dengan posisi korban yang lemah, sementara pelaku memiliki posisi yang dominan, patut diduga memang polisi baru bekerja karena lebih dulu ada tekanan viral,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Jumat (20/12).
Bambang menganggap bahwa adanya viralitas kasus sebagai sebuah bentuk pengawasan masyarakat yang efektif terhadap kinerja kepolisian, namun jika hal tersebut terus menjadi pola aparat dalam bekerja, penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan akan sulit dihadirkan.
“Tetapi ada kecenderungan polisi tidak menindaklanjuti laporan yang tidak mendapat dukungan materi, kekuasaan atau seperti saat ini, kekuatan media sosial,” imbuhnya.
Menurut Bambang, No Viral No Justice terjadi karena saluran kelembagaan kepolisian, baik internal maupun eksternal dinilai masyarakat tidak berfungsi, dalam hal ini dikatakan bahwa sumber daya manusia dan sistem kepolisian tidak responsif.
“Jadi senantiasa mereka yang melapor juga akan berkelindan dengan birokrasi yang rumit, demikian juga dengan aplikasi pengaduan yang dibuat kepolisian sendiri (kurang efektif),” tuturnya.
Merespons kasus penganiayaan oleh anak bos toko roti, George Sugama Halim yang baru mendapat tindakan kepolisian usai viral, Bambang menilai bahwa Kepolisian Polres Metro Jakarta Timur dinilai tidak tanggap dalam menangani laporan sehingga terkesan lambat diselesaikan.
Bambang mengatakan bahwa upaya kepolisian yang menangani kasus secara textbook alias normatif prosedural dalam kasus penganiayaan justru dapat membahayakan posisi korban.
“Seharusnya polisi harus lebih aktif dengan mencari, mendatangi TKP misalnya, memanggil mereka yang ada di situ, jadi tidak perlu menunggu korban ini jadi lebih positif dan waktunya pun juga tidak terlalu lama sampai 12 hari lebih dulu menyurati terlapor untuk klarifikasi dan sebagainya,” kata Bambang.
Menurut Bambang, kepolisian sebagai aparat penegak hukum dan penjaga keamanan, harus bisa bekerja lebih responsif lantaran dalam menangani sebuah kejahatan.
“Kalau kemudian surat-suratan dengan terlapor, pelakunya keburu kabur ke luar kota seperti yang sudah terjadi pelakunya (George) ditangkap di Sukabumi,” ungkapnya.
Selain itu, fakta-fakta awal penyelidikan menurut Bambang, sebenarnya sudah bisa dikumpulkan oleh kepolisian seperti bukti luka atau hasil visum korban dan keterangan saksi. Namun sayangnya, kepolisian justru bergerak sangat lambat.
Bambang juga memberikan kritik terkait prosedur penanganan kepolisian dalam merespons suatu kasus. Menurutnya, pihak kepolisian begitu mendapatkan laporan korban seharusnya langsung mendatangi TKP lalu segera menaikkan dari status penyelidikan ke tahap penyidikan.
“Hal itu bisa dilakukan polisi hanya dengan mendapatkan cukup dua alat bukti yang sah di TKP. Lalu apa alasan tidak dilakukan penyitaan ketika korban sudah ada laporan, sudah ada kemudian saksi-saksi tentunya juga harus dipanggil di situ,” tandasnya. (Z-9)
Warga Gambir, Jakarta Pusat digegerkan penemuan mayat bayi laki-laki di selokan Jalan Batu Tulis. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan jasad dibawa ke RSCM.
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Komika Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama terkait materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Lahir di Merauke pada 24 Januari 1972, karier Brigjen Pol Yulius Audie Latuheru didominasi oleh bidang reserse.
kasus yang menimpa Hogi Minaya di Sleman, Yogyakarta serta arogansi terhadap penjual es gabus menunjukkan polisi tidak lagi menghayati perannya sebagai pelayan masyarakat.
REKAMAN video berdurasi sekitar lima menit menampilkan seorang pria mengenakan jaket ojek online (ojol), warga diminta berhati-hati menyikapinya
Sedang viral! Tren Caricature of Me and My Job bikin karikatur profesi pakai ChatGPT. Ini cara mudah dan prompt yang dipakai.
Video viral pria gendong diduga mayat di Tambora ternyata biawak 1,7 meter. Simak penjelasan Polsek Tambora dan alasan pria tersebut jalan kaki.
Setelah polisi melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Berikut fakta dan kronologi video viral pria yang diduga gendong mayat di Tambora yang ternyata biawak
SEORANG pria diduga memanggul mayat di RT 012 RW 06 Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia terekam oleh kamera pengawas CCTV. Kepolisian langsung melakukan penyelidikan
Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ternyata patung tersebut menjadi simbol perpaduan antara budaya dan berkah bagi warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved