Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Brimob Polri menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Papua. Hal ini disampaikan karena jumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua disebut bertambah.
"Kemudian terkait dengan stabilitas dan kamtibmas Papua, ini tentunya juga terus menjadi tantangan dan tentunya dalam hal ini yang dikedepankan adalah dari Brimob Polri," kata Kapolri dalam sambutannya di acara syukuran HUT ke-79 Korps Brimob Polri di Mako Brimob, Depok, Kamis (14/11).
Listyo menyebut sebelum pengumuman daerah otonomi baru (DOB) dan perubahan kebijakan dana otonomi khusus (otsus), jumlah KKB kurang lebih 300 orang. Namun, pasca DOB dan perubahan dana Otsus jumlah kelompok separatis itu bertambah menjadi 1.400.
"Dan jaringannya juga semakin bertambah. Artinya apa? yang menjadi kebijakan pemerintah pusat untuk disejahterakan masyarakat Papua belum bisa diterima dengan baik atau mungkin belum tersosialisasi dengan baik," ungkap mantan Kapolda Banten itu.
Sebab, jumlah KKB semakin meningkat. Sehingga, Listyo meminta anggota Brimob untuk mengambil peran dengan siap menghadapi situasi tersebut. Pasukan Brimob diminta memberikan pemahaman kepada masyarakat Papua.
"Bahwa NKRI ini serius untuk betul-betul bisa meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita di Papua. Ini menjadi tantangan tersendiri," pungkas jenderal bintang empat itu. (P-5)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Keputusan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/440/2/KEP/2026 tertanggal 27 Februari 2026.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved