Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPD RI asal Jawa Barat Alfiansyah Komeng mengatakan akan tetap membuka peluang untuk berpindah dari komite II yang mengurusi pertanian, ke komite II yang mengurusi seni-budaya sesuai minatnya sejak awal di lembaga perwakilan daerah tersebut.
“Kepada para pemilih saya enggak usah khawatir. Saya bisa hari ini pindah ke Komite III, tapi di DPD itu kan katanya komite itu kolektif kolegial. Jadi bisa tahun ini saya di Komite II tahun depan Komite III, semua harus merasakan,” ujar Komeng seperti dilansir dari unggahan akun pribadinya @komeng.original pada Senin (14/10).
Komeng mengatakan sistem penugasan anggota DPD dapat berpindah komite setiap tahun sehingga hal tersebut membuat dirinya dan anggota DPD lain bertugas di alat kelengkapan dewan lain selama periode jabatan. Ia juga menegaskan sebagai anggota DPD RI tetap menghormati lembaga dan pimpinan.
Baca juga : Ogah Jadi Ketua DPD, Komeng: Ini Gedung Rubuh
“Buat pemilih jangan khawatir, saya bisa hari ini pindah ke komite III... Dan secara kelembagaan kami tetap menghormati DPD dan Ketua DPD,” kata Komeng.
Melansir laman DPD, komite III DPD RI merupakan alat kelengkapan DPD RI yang urusannya melingkupi agama dan pendidikan, termasuk di dalamnya seni budaya hingga kepemudaan.
Sebelumnya, Komeng menjelaskan bahwa Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin memberi kebebasan kepada dirinya untuk memilih. Ia lantas masuk Komite II setelah berdiskusi dengan Senator Jabar lainnya.
Baca juga : Resmi Jadi Anggota DPD, Komeng Bikin Program Komedi Dapil Komeng
“Waktu itu saya hasil dari rembugan Dapil Jabar itu (ditempatkan) di Komite II tentang Pertanian. Sementara visi misi saya di seni budaya. Soal pak Sultan Najamudin itu juga memberikan kebebasan kepada saya. Bukan dari DPD atau Pak Sultan sebagai Ketua DPD menguji saya, enggak juga. Saya diberi kebebasan,” katanya.
Senator yang juga dikenal sebagai komedian itu mengatakan dirinya sempat ditawari pindah ke Komite III, yang sesuai dengan visi misinya ketika kampanye. Namun, ia mengaku diharapkan tetap berada di Komite II oleh senator lain, terutama dari komite tersebut.
Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Barat, Aanya Rina Casmayanti, mengatakan sistem penentuan anggota DPD pada alat kelengkapan telah dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama para senator dari setiap provinsi, termasuk Jawa Barat. Menurutnya, kesepakatan tersebut dituangkan dalam sebuah surat pengajuan yang ditandatangani oleh semua anggota DPD dari daerah pemilihan terkait.
Baca juga : Anggota DPD Mengeluh Kelaparan karena Tak Ada Makanan Saat Rapat
“Penentuan anggota di alat kelengkapan DPD berdasarkan kesepakatan di dapil Provinsi masing-masing, yang diserahkan melalui form surat pengajuan dan telah ditandatangani bersama anggota dari Provinsi Jawa Barat, ujar Aanya dalam keterangan resminya pada Senin (14/10).
Hal ini lanjut Aanya, telah diatur dalam Pasal 43 ayat (2) Peraturan DPD RI Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tata Tertib, yang menyebutkan bahwa keanggotaan di setiap alat kelengkapan DPD ditentukan oleh kelompok anggota provinsi masing-masing.
Lebih lanjut Aanya menjelaskan bahwa masuknya Senator Komeng ke Komite II DPD merupakan permintaan pribadinya yang telah disampaikan pada 2 Oktober 2024 melalui grup WhatsApp anggota DPD Jawa Barat.
Baca juga : Sultan Najamudin Terpilih Sebagai Ketua DPD RI 2024-2029
“Bahkan, Agita Nurfianti, senator lainnya, mengalah dan bersedia bertukar tempat untuk memberi ruang kepada Komeng di Komite II. Artinya, pilihan ke Komite II diketahui dan disetujui oleh semua senator Jabar lainnya,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Aanya merasa heran saat Senator Komeng melakukan interupsi dalam Sidang Paripurna DPD dengan mempertanyakan penempatan dirinya di Komite II yang diketahui merupakan pilihan sang komedian.
“Saya tidak tahu mengapa saat form pengajuan penetapan diserahkan ke Sidang Paripurna, Senator Komeng menginterupsi keputusan yang sudah ia buat,” tuturnya.
Aanya berharap Senator Komeng bisa menyampaikan pernyataan di hadapan publik dengan lebih bijak agar tidak menimbulkan persepsi yang salah. Namun demikian, Aanya menegaskan bahwa hubungan antar senator asal Jawa Barat tetap harmonis dan tidak ada konflik.
“Saya dan Kang Komeng tidak ada masalah, kami tetap mitra dalam membangun Jawa Barat ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Sebagai informasi, video interupsi Senator Komeng yang viral di media sosial terjadi pada Sidang Paripurna DPD RI ke-6, Rabu, 9 Oktober 2024, dengan agenda pengesahan pimpinan alat kelengkapan DPD RI. Dalam interupsi tersebut, Senator Komeng sempat menyampaikan kegelisahannya terkait penempatan dirinya di Komite II yang membahas masalah pertanian, yang menurutnya tidak sesuai dengan bidang keahliannya. (H-2)
Kantor Imigrasi Bandung terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan dan transformasi digital
Secara natural, sawit merupakan sumber daya ekonomi yang inklusif dan efektif menciptakan lapangan kerja dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Personal branding telah menjadi kebutuhan fundamental bagi legislator dalam menjalankan amanat sebagai wakil rakyat.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) harus mencerminkan arah baru pembangunan Indonesia.
Green Democracy adalah sebuah paradigma baru demokrasi yang sejuk, elegan dan berwawasan lingkungan.
Ketua DPD RI Sultan B Najamudin yang melepas para peserta, mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan komitmen lembaganya dalam mengusung paradigma baru “Green Democracy”
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
KONSISTENSI Ketua Komite II DPD Badikenita B.R. Sitepu, dalam memperjuangkan nasib petani mendapatkan pengakuan tertinggi negara.
Sekretariat Jenderal DPD RI menggelar pelepasan pegawai purna tugas, alih tugas, dan pensiun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kepada institusi.
Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, memimpin acara penghormatan dan pelepasan bagi sejumlah mantan pimpinan serta pejabat Setjen DPD RI
Setjen DPD RI meraih Juara II Penghargaan Reksa Bandha 2025 pada Kategori I Kualitas Pelaporan Barang Milik Negara (BMN).
DPD RI meraih predikat Informatif pada IKIP 2025 dengan nilai 98,11 dan masuk 10 besar lembaga negara paling terbuka informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved