Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA wakil rakyat yang baru dan akan duduk di parlemen harus dapat menyelesaikan segala persoalan struktural negeri ini. Saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan sehingga para anggota dewan yang baru terpilih agar dapat berpartisipasi mengatasi berbagai tantangan tersebut.
“Kita harus dapat menyelesaikan berbagai persoalan struktural, agar dapat keluar dari middle income trap,” kata Ketua DPR RI Dr (HC) Puan Maharani, Sabtu (21/9).
Dalam pidatonya Puan menjabarkan berbagai tantangan yang dimaksud yakni masalah struktural dalam pembangunan nasional seperti dalam hal kedaulatan pangan, energi, kesenjangan ekonomi, kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, industri nasional, ekonomi kerakyatan, sumber daya manusia (SDM) dan lain sebagainya.
Baca juga : Puan Ingatkan Anggota DPR Terpilih untuk Sejahterakan Rakyat
“Bonus demografi harus dapat dioptimalkan dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menjadi beban demografi yang menghambat kemajuan bangsa dan negara"
Tak hanya masalah struktual, Indonesia pun sedang menghadapi persoalan globalisasi budaya dan nilai. Untuk itu anggota dewan juga dituntut untuk dapat memperkuat nation and character building dalam membangun kebudayaan nasional.
"Inilah tantangan kita ke depan, yang membutuhkan kerja bersama, gotong royong dari seluruh pemangku kepentingan; kita, DPR RI dan DPD RI, harus dapat melakukan intervensi kebijakan negara yang efektif baik dari aspek kebijakan-kebijakan politik bernegara, politik hukum, politik pembangunan, dan politik anggaran," paparnya.
Baca juga : Wakil Ketua DPD Apresiasi Puan Raih Gelar dari Universitas Korsel
DPR RI dan DPD RI sebagai lembaga negara yang juga lembaga politik harus dapat meletakkan kebijakan negara yang dihasilkannya dengan tetap mengedepankan kepentingan yang lebih besar.
"Komitmen kita, anggota DPR RI dan DPD RI, dibangun atas kesadaran dan pemahaman bahwa kita adalah bangsa dan negara yang terdiri atas berbagai suku, kepercayaan, agama, bahasa, budaya, mendiami di berbagai pulau Nusantara," sambungnya.
Puan menekankan para anggota dewan terpilih memiliki kewajiban menjaga dan merawat rakyat Indonesia yang berjumlah lebih dari 280 juta jiwa dengan keragamannya.
“Sehingga setiap kebijakan negara harus ditempatkan bagi kepentingan bangsa dan negara, dan bukannya hanya untuk kalangan sendiri atau kelompok sendiri tetapi harus ditempatkan dalam kepentingan bersama bangsa dan negara,” tukasnya. (S-1)
DPD RI juga mendesak percepatan pembahasan RUU Daerah Kepulauan untuk memperkuat karakter Indonesia sebagai negara maritim.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya siswa SD di Ngada, NTT.
DEWAN Perwakilan Daerah (DPD RI) menyatakan telah menginventarisasi berbagai persoalan terkait aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan di sejumlah daerah.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
KONSISTENSI Ketua Komite II DPD Badikenita B.R. Sitepu, dalam memperjuangkan nasib petani mendapatkan pengakuan tertinggi negara.
Sekretariat Jenderal DPD RI menggelar pelepasan pegawai purna tugas, alih tugas, dan pensiun sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kepada institusi.
Namun, melakukan kegiatan yang menyenangkan bukan sebagai alasan untuk justru lari dari sebuah masalah dan melupakan hal yang menjadi kewajiban inti seseorang.
Pelajari contoh pelanggaran hak & kewajiban! Temukan penyebab, dampak, dan cara mencegahnya. Panduan lengkap & informatif untuk masyarakat. Lihat disini untuk informasi selenjutnya.
Menag Nasaruddin Umar mengatakan, Al-Qur’an tetap relevan di era kecerdasan buatan (AI). Kemajuan teknologi justru mengungkap kebenaran ilmiah yang terkandung dalam kitab suci umat Islam
Waktu terbaik membelikan gawai pertama untuk anak saat mereka sudah dapat bertanggung jawab atas barang yang ia miliki.
Playing victim atau berpura-pura menjadi korban adalah perilaku di mana seseorang secara sengaja atau tidak sadar menempatkan dirinya dalam posisi sebagai korban
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved